Franky Wongkar

Buka Pintu Untuk SAS, PDIP: Tapi Ada Mekanisme

ISU Syerly Adelyn Sompotan (SAS) akan hengkang ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pasca didepak dari struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), direspon sederet elit Moncong Putih.

Partai yang dinahkodai Olly Dondokambey beri sinyal positif bagi Wakil Walikota Tomohon. Namun, srikandi berparas cantik itu wajib memenuhi aturan partai.  Ada mekanisme partai yang harus ditempuh untuk menjadi seorang kader.

“Memang orang yang pindah partai tidak haram. Namun di partai kami (PDIP, red) ada aturan-aturan yang harus diikuti. PDIP adalah partai terbuka, tapi ada mekanismenya,” lugas Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar, kepada Media Sulut,  Rabu (13/12) kemarin.

Pun begitu, Wongkar menyebut hingga kini belum ada pernyataan atau sikap resmi dari SAS untuk bergabung dengan PDIP.  “Sampai sekarang kan SAS belum menyatakan secara resmi tentang hal itu (Pindah ke PDIP, red). Dia  (SAS, red) sekarang juga masih anggota terbaik di Golkar,” timpal Wakil Bupati Minahasa Selatan usungan PDIP ini.

Senada diungkap punggawa Banteng Sulut lainnya, Vonny Paath. “Partai terbuka dengan siapa saja tapi ada mekanisme. Saya belum tahu juga kalau dia (SAS, red) berencana pindah. Saya juga baru dengar ini. Namun pada prinsipnya partai kita ada proses,” ucap Wakil Ketua DPD PDIP Sulut.

“Siapa saja bisa bergabung. Tapi sebagai suatu organisasi, PDIP juga punya aturan yang harus diikuti,” tandas mantan Ketua DPC PDIP Tomohon itu.

Petinggi PDIP, Lucky Senduk  juga ikut angkat suara. Baginya, PDIP sangat terbuka bila ada orang  yang memiliki keinginan untuk bergabung. “Tapi mereka harus mentaati aturan partai. Harus mengikuti piagam perjuangan partai. Mereka yang akan masuk ke PDIP  perlu memiliki sikap tegas, tulus dan serius. Bukan plin plan,” kunci Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP itu.

Sebelumnya diberitakan, pergerakan SAS belakangan ini yang intens menghadiri kegiatan yang dihelat Pemprov Sulut serta makin doyan menggunakan pakaian bercorak merah disebut-sebut sebagai manuver politik untuk hengkang ke PDIP. Itu menyusul tidak lagi diakomidirnya SAS kepengurusan Golkar Sulut yang dipimpin Christiany Eugenia Paruntu.

Namun rumor itu ditepis istri Presiden Direktur (Presdir) PT Meares Soputan Mining (MSM), Terkelin Purba. Ketua Komunitas Musik Manado mengaku masih fokus mendampingi Walikota Tomohon Jimmy Eman untuk membangun kota Tomohon daripada memikirkan karir politiknya di partai.

"Belum-belum, kerja dulu, gampang kwa itu, toh?,"ucap SAS, saat dikonfirmasi Media Sulut usai menghadiri acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018, di kantor Gubernur, Selasa (12/12).

Ditegaskan SAS, apapun yang menjadi keputusan politiknya kelak, tidak ada hubungannya dengan partainya saat ini. "Jangan sangkut pautkan saya tidak masuk kepengurusan DPD Partai Golkar Sulut, terus harus ke merah (PDIP),” lugasnya.

“Tapi, torang lihat nanti noh. Masih tiga tahun (sebagai Wakil Walikota Tomohon), masih lama. Kerja dulu, ambil hati masyarakat. Kalau masyarakat sudah sayang, gampang itu ," tandasnya.(arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.