Ketua Panitia AFI 2016, Rita Tamuntuan dan Wakil Ketua Kartika Tanos.

Bumi Nyiur Melambai Sambut Insan Perfilman Indonesia

Laporan: Arfin Tompodung

Penyelenggaraan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 di Manado, kian dimantapkan. Panitia lokal yang dinahkodai, Ketua Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan dan Wakil Ketua, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos itu, mulai menyelesaikan sejumlah persiapan.  Bumi Nyiur Melambai siap sambut pagelaran akbar seniman perfilman Indonesia.

Upaya pemerintah mendorong para insan perfilman Indonesia dan komunitas kreatif  kembali ditunjukkan lewat pelaksanaan AFI  2016 di Sulawesi Utara (Sulut).  Usaha ini dipandang demi menghasilkan produk budaya sesuai dengan tatanan nilai dan karakter bangsa Indonesia.

Untuk itu, Rabu (5/10) kemarin, di kantor Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulut, panitia AFI telah menggelar rapat  dalam rangka mempertajam pelaksanaan acara besar itu. “Kami sudah menuntaskan rundown acara yang nantinya akan dibagikan sebentar.  Ini  juga akan disesuaikan dengan panitia pusat. Undangan sudah sementara dijalankan,” kata Kadis Diknas  Sulut, Asiano Gammy Kawatu yang juga Sekretaris Panitia.

Ia menjelaskan, di dalam rundown, kegiatan AFI digelar, Jumat (7/10)  hingga Minggu (9/10).  Awal acara di tanggal 7 nanti, diawali pawai peserta AFI. Dengan melibatkan 30 sampai 40 artis ibukota bersama denga artis lokal yang ada di Sulut.  “Untuk pawai akan dimulai di jembatan Soekarno dan finish di Marina Plaza selama satu jam setengah. Sesudah ada itu malamnya ada pers conference dengan wartawan nasional maupun lokal,” jelas Kawatu.

“Pada 8 Oktober nanti ada pertemuan dengan sekolah-sekolah. Puncak anugerah AFI akan dilaksanakan pada 8 Oktober saat itu. Akan ada siaran langsung  dari televisi nasional termasuk dari Malaysia dan Singapura,” sambung Kawatu.

Kemudian di tanggal 9 nanti para artis akan dihentar untuk melihat objek wisata yang ada di Sulut. “Kita berharap pada tanggal 9 nanti para artis ini akan ada waktu untuk melihat potensi wisata yang ada di Sulut. Mereka akan ke Bunaken kemudian dilanjutkan ke  Tetempangan Desa Koha,” tukasnya. 

Sementara, Ketua Harian Panitia AFI, Fanny Legoh, mengatakan para undangan yang bakal hadir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. Jumlah seluruhnya yang akan datang sekitar 200 lebih dari Jakarta. “Selain artis, sutradara, produser, para wartawan dari pusat juga bakal datang.  Dalam kegiatan itu sekaligus akan launching film. Sutradaranya pembuat film Laskar Pelangi. Film tersebut nantinya dishooting di Manado full di bulan Oktober. Dengan judul film ‘Hujan di Bulan Juni,” ucap Legoh yang  juga Ketua Paguyuban Artis Film Indonesia (Pafindo) Sulut.

Ia menyampaikan permohonan maafnya atas nama Ketua Panitia, Ir Rita Tamuntuan dan Wakil Ketua dr Kartika Devi Tanos. Sebab, acara tersebut bakal membuat kemacetan di sejumlah ruas jalan. Terutama saat penyelenggaraan pawai di hari awal kegiatan. “Yang paling krusial untuk acara tanggal 7 sore yakni pawai. Pastinya akan memecetkan sebagian titik di Kota Manado. Jadi kami memohon maaf kepada masyarakat,” pinta  Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut itu yang menjadi motor dalam kegiatan langka tersebut.

Walau demikian dirinya mengharapkan kerjasama dari seluruh warga, utamanya di Kota Manado. Karena, ini merupakan kegiatan yang jarang dalam sejarah. “Tentu akan memakan massa yang banyak. Tetapi ini tolong ditolerir. Oleh karena ini jarang dalam sejarah.  Sebab, pelaksanaan ini  dilakukan setiap tahun bergilir di 34 provinsi di Indonesia. Nanti kita dapat lagi 34 tahun kemudian,” jelasnya.

“Untuk itu mohon maaf kepada masyarakat. Mari kita sambut ini untuk menunjang potensi pariwisata dan kebudayaan bagi masa depan Sulut. Sementara khusus untuk keamanan kita sudah melakukan pembicaraan dengan kepolisian serta untuk surat izin,” harap wakil rakyat daerah Nyiur Melambai ini.

Dari pihak kepolisian menjelaskan, mereka akan melakukan simulasi untuk keadaan lalu lintas di Manado. Utamanya untuk kegiatan pawai di hari Jumat tanggal 7.  “Di Manado ini kan tidak ada kegiatan saja macet, apalagi ada kegiatan. Nantinya kan di pawai ada kesempatan tiga atau lima menit ada sesuatu yang akan dibuat di sela-sela pawai sesuai rancangan panitia.  Tapi itu belum  pasti, kita  masih akan simulasi dulu. Kalau memang bisa akan dibuat kalau tidak, kita tidak bisa paksakan,” tutur  Kompol Adi Saptia, yang hadir saat rapat tersebut.

“Mengingat situasi lalu lintas yang ada di Kota Manado. Rata-rata tiap bulan kendaraan semakin bertambah. Sementara ruas jalannya tidak bertambah,” urainya.

Namun menurutnya,  keamanan terhadap proses kegiatan sudah dipastikan mulai kedatangan tamu sampai dengan pulangnya artis tersebut. “Karena ini merupakan momen untuk memperkenalkan Sulut di seluruh Indonesia, kalau bisa ke seluruh dunia. Karena ini untuk juga memajukan pariwisata di Sulut,” kuncinya. (**)

Banner Media Sulut

Komentar