Bupati Irup Apel Gelar Pasukan Oprasi Ketupat

Tahuna, MS
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang tinggal beberapa hari lalu, pihak Polres Kepulauan Sangihe melaksanakan apel gelar pasukan.
Dalam kegiatan tersebut bertindak selaku Irup Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana SE ME. Turut hadir Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP S Ferdinand Napitu SIK, unsur Forkpimda, satu kompi TNI AL, dan Kodim 1301, Satpol PP, serta internal anggota Polres Kepulauan Sangihe.
Dalam kesempatan tersebut Bupati membacakana sambutan tertulis dari Kapolri diantaranya dalam menjalankan tugas ini seluruh Polda dan jajaran selama 18 hari mulai tanggal 7-24 Juni 2018 operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personil pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri TNI, Pemda dan stakeholder terkait dengan elemen masyarakat lainnya, rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan operasi Rahmadiyah pada tahun 2017 disertai analisa potensi gangguan kamtibmas ditahun 2018, sehingga pada pelaksanaan operasi tahun ini setidaknya terdapat empat potensi kerawananan yang harus diwaspadai bersama.
Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan seperti ditahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan hal itu dapat terwujud berkat kerja sama dari semua instansi terkait, seperti kementrian Pertanian,
Perdagangan, Bulog, pengawas persaingan usaha, maupun satgas pangan Polri.
"Potensi kerawanan yang kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh pemberantas pungli, bersama dengan kementrian perhubungan, Perkim, PUPR, Kesehatan, jasa Marga," ujar Bupati.
Sedangkan potensi kerawanan yang ketiga yang juga harus diantisipasi potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya seperti curhat, curas, curanmor, copet pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis.
"Saya juga berharap agar seluruh kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG dan pihak terkait lainnya dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadi potensi bencana alam," tutur Bupati.
Sedangkan potensi kerawanan yang keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme guna mengantisipasi tindak terorisme saya menekankan kepada seluruh kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan kamtibmas dengan upaya penegakan hukum secara tegas melalui optimalisasi peran satgas anti teror diseluruh Polda jajaran.(rindu makikui)

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.