Bursa Papan Dua PDI-P Panas

Bakal Calon Mengerucut, Tiga Nama Menguat

 

Tondano, MS

Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa, tensi politik di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terus meninggi. Persaingan sederet figur merebut tiket calon bupati dan wakil bupati jadi penyebab.

 

Paling panas tersaji di bursa papan dua. Diperoleh informasi, bursa bakal calon wakil bupati yang sebelumnya jadi arena persaingan 8 kandidat kini mengerucut ke tiga nama.

 

Kabar tersebut ikut dibenarkan Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-P, Olly Dondokambey SE, yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI-P Sulawesi Utara (Sulut).

 

"Iya, untuk Pilkada Minahasa bakal calon wakil bupati ada tiga nama. Sekarang mereka sementara digodok oleh teman-teman di DPP," beber Olly dalam wawancara, Senin (4/12).

 

Sayang, pemegang mapatu 'Banteng Moncong Putih' Sulut itu masih enggan membeber siapa saja tiga nama yang tersisa itu. "Intinya siapa pun yang akan ditetapkan nanti berarti telah melalui pertimbangan yang matang dari DPP. Kita tunggu saja hasilnya," ungkap Olly.

 

Hal berbeda tersaji di bursa bakal calon bupati. Meski Olly belum menyebutkan nama, sinyalemen peraih tiket papan satu menguat ke petahana sekaligus ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-P Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS).

 

"Sesuai arahan ketua umum, ibu Megawati, prioritas utama calon bupati itu Ketua DPC. Tapi meski Ketua DPC kalau tidak menjalankan tugas partai sesuai AD/ART tentu ada orang lain. Jadi kalau merasa sudah melakukan semua tugas dengan baik tidak perlu resah," lugas politisi senior PDI-P yang juga menjabat Gubernur Sulut itu.

 

Sementara dari bocoran yang diterima Media Sulut, tiga nama bakal calon wakil bupati tersebut yaitu Jeany Mumek (JM), Robby Dondokambey (RD) dan Lucky Aldrin Senduk (LAS). Ketiganya diketahui merupakan kader internal 'Moncong Putih'.

 

"Dari ketiganya (Mumek, RD, dan LAS), DPP akan menunjuk satu nama untuk ditetapkan sebagai calon wakil bupati," beber sumber internal PDI-P yang meminta identitasnya tak dipublikasikan.

 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDI-P Sulut, Lucky Aldrin Senduk, ketika dimintakan tanggapannya mengaku belum dengar soal kabar tersebut. "Kan mekanismenya memang seperti itu. Jadi dari sekian bakal calon yang ikut FPT kemudian DPP akan menyisakan tiga nama untuk dibahas. Baru akan ditetapkan satu nama sebagai calon. Kecuali untuk daerah yang bakal calonnya kurang dari tiga, maka langsung dibahas siapa calon yang akan ditetapkan," ujar Senduk, Selasa tadi malam.

 

"Yang pasti pak Olly sebagai bagian dari DPP dalam sambutan Natal kemarin sudah menegaskan bahwa untuk calon baik itu bupati atau wakil bupati harus berasal dari kader internal. Tapi kan semua kita yang ikut FPT adalah kader internal, kecuali INR (Imelda Novita Rewah, red)," tambahnya.

 

Disentil soal kabar yang menyebut dirinya sebagai salah satu dari tiga nama yang digodok DPP PDI-P sebagai bakal calon wakil bupati, Senduk hanya menanggapi ringan. "Kalau benar tentu bersyukur, sebab jujur saya pun belum tahu siapa ketiga nama itu. Yang pasti sebagai petugas partai siapa pun yang ditetapkan DPP sudah menjadi amanah bagi saya untuk mendukung sepenuhnya," kunci politisi PDI-P Sulut asal Sonder itu. (jackson kewas)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado