Intania Permita Rondonuwu

Calon Guru Jadi Pamong Praja

SATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dikenal sebagai kesatuan yang keras dan banyak diminati kaum adam. Meski begitu, tak sedikit kaum wanita tertarik masuk sebagai personil di dalamnya.

Ada yang terpaksa karena sebagai batu loncatan meraih Tenaga Harian Lepas (THL), hingga bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di sisi lain, ada pula yang benar-benar menyukai profesi ini.

 

Seperti Intania Permita Rondonuwu. Ia memilih bergabung Sat Pol PP Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak januari 2018. Menurut Sarjana Pendidikan (SPd) ini, profesi yang dia tekuni sekarang bukan karena terpaksa, melainkan kemauannya sendiri.

 

Gadis berparas cantik kelahiran Kiawa, 30 Juli 1990 itu mengaku, menjadi anggota pasukan cokelat abu-abu, memiliki tantangan tersendiri. Ada banyak pengalaman yang dia dapati, seperti belajar kedisiplinan dan loyalitas.

 

"Kita mempunyai  tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu  kondisi  daerah  yang  tenteram,  tertib  dan  teratur  sehingga penyelenggaraan  roda  pemerintahan  dapat  berjalan  dengan  lancar  dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan aman," ucap lulusan Universitas Negeri Manado (Unima) ini.

 

"Oleh karena itu, di samping  menegakkan  Perda,  kita juga  dituntut  untuk  menegakkan kebijakan pemerintah daerah lainnya yaitu peraturan kepala daerah," tandasnya yang mengaku sebelumnya pernah menjadi THL di Ditlantas Kepolisian Daerah (Polda) Sulut selama 2 tahun. (sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.