H Midun Loho

Carek Unsrat, NU Sulut Jamin Tak Ikut Campur

Manado, MS

 

Hajatan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), sudah didepan mata. Even demokrasi  di kalangan akademisi dari perguruan tinggi (PT) terbesar di Bumi Nyiur Melambai, akan dihelat tahun 2018 mendatang.

Tensi politik pun kian meninggi. Sederet nama akademisi handal, mulai dielus akan maju di pilrek. Tak terkecuali Ellen Joan Kumaat. Sang petahana itu, masih disebut-sebut sebagai salah kandidat yang kuat untuk kembali menahkodai universitas yang memiliki sederet jurusan atau program studi berakreditasi A.

Beragam kepentingan diisukan mulai merambah di konstestasi Pilrek. Termasuk organisasi-organisasi kemasyarakatan (ormas). Baik ormas kepemudaan, maupun ormas keagamaan. Masing-masing memiliki gacoan calon rektor (carek). Malah dikabarkan ada yang tengah bermanuver  menggolkan carek jagoannya.

Tapi tidak bagi, ormas Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Utara. Ormas Muslim terbesar di Indonesia, menegaskan tidak akan ikut campur dalam Pilrek Unsrat. Apalagi mengusung carek. Meski Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Muhamad Nasir berasal dari NU, dan memiliki hak suara untuk Pilrek.

“NU tak akan campur tangan  dalam  menentukan Carek. Sebab NU tidak ada kewenangan,” tegas Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulut, H Midun Loho, kepada wartawan, Selasa (14/11) kemarin.

Pun begitu, NU mengaku akan memberi perhatian khusus dalam suksesi rektor. “Kita inginkan suksesi Pilrek ini berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintergritas,”  ungkapnya.

“NU, tidak  akan masuk kampus untuk mencari Carek. Kita akan mengawal dari luar saja. Kita harap proses Pilrek hingga kandidat yang akan maju itu sesuai aturan main.  Jangan sampai ada rekayasa yang pada ujung-ujungnya hanya akan menjatuhkan lawan. Apalagi sudah menjurus pada menzolimi orang lain,” papar Loho lagi.

Meski demikian, Loho tak menampik masih ada saja pihak yang masih mempertanyakan sikap NU Sulut di Pilrek Unsrat. “Sekali lagi, NU tak akan ikut campur tangan. Biarkan prosesi berjalan sesuai koridor aturan yang berlaku,” tegasnya lagi.

Lanjut Loho, NU hanya berharap seluruh Carek tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan tanpa menebar kebencian. “Ini merupakan harapan dan kedepan. Siapapun dia, tetap harus mendapat ruang yang seluas-luasnya untuk ikut suksesi. Sebab kami meyakini banyak akademisi yang  pantas menduduki jabatan rektor Unsrat,” tandasnya.(sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado