Cegah Penggunaan Merkuri, Pemprov Gandeng AGC

Manado, MS

Artisanal Gold Council (AGC) bekerjasama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan pelatihan bertajuk  ‘North Sulawesi Training on Minamata Convention: NAP Baseline Data Collection’. Acara pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) diusung oleh AGC di Indonesia dan didukung oleh Global Affairs Canada (GAC).

Sebagaimana diketahui, PERS merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sosio-ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesehatan pada sektor pertambangan emas skala kecil (PESK) di Indonesia dimulai sejak 2015 hingga 2020.

 

Acara yang berlangsung satu hari penuh itu dibuka Kepala Dinas ESDM Sulut BA Tinungki. Di situ menghadirkan pembicara pelatihan ini oleh Executive Director AGC Kevin Talmer dari Kanada dan Program Manager AGC Richard Guiterrez. Hadir juga ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Gatot Sugiharto, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  Wilayah Sulut, Lefrando A Gosal.

 

Kegiatan pelatihan diawali dengan pemaparan Kevin Talmer tentang Konvensi Minamata dan bahaya penggunaan merkuri bagi lingkungan dan kesehatan. Kevin juga memaparkan pentingnya pengumpulan data untuk dapat memperoleh informasi mengenai kondisi pertambangan emas skala kecil di Indonesia. "Hal ini juga akan sangat membantu bagi perumusan National Action Plan (Rencana Aksi Nasional) bagi pemerintah untuk memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Konvensi Minamata karena Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi Konvensi Minamata," ujar Talmer.

 

Selain Kevin Talmer, Program Manager AGC Richard Guiterrez juga memaparkan tentang pentingnya strategi untuk memperbaiki dan memberikan layanan kesehatan bagi para komunitas di sekitar area pertambangan emas skala kecil. "Penggunaan merkuri memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, komunitas yang tinggal di sekitar wilayah tambang emas skala kecil adalah pihak yang secara langsung merasakan dampak negative tersebut. Oleh sebab itu, strategi meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan publik menjadi salah satu isu yang krusial,” tuturnya.  

Kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh sekitar 25 peserta ini, diharapkan mampu membantu para pemangku kepentingan untuk dapat memberikan langkah nyata dalam pengurangan penggunaan merkuri di sektor pertambangan emas skala kecil atau PESK. “Sekaligus meningkatkan taraf hidup para penambang dan komunitas," ucapnya.

 

Sementara Tinungki menyatakan, menyambut positif atas berlangsungnya kegiatan ini. Ia juga menekankan bahwa kehadiran AGC di Sulut dapat memberikan dampak positif bagi pertambangan rakyat di Sulut. Khususnya di Tobongon dan Tatelu yang menjadi wilayah kerja AGC. "AGC merupakan organisasi yang peduli terhadap masalah pertambangan rakyat. Dimana mereka intens menyosialisasi ke masyarakat bahaya menggunakan bahan merkuri pada pengolahan tambang emas. Kehadiran AGC juga berkat lobi dari Bapak Gubernur (Olly Dondokambey)," tutur Tinungki. (sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado