Cuaca Ekstrem Mengancam, Sitaro Siaga

Kondisi alam di Kabupaten Kepulauan Sitaro sedang ‘harap-harap cemas’. Terjangan cuaca ekstrem mulai menghantui daerah di Nusa Utara ini, beberapa waktu terakhir. Masyarakat pun diminta siaga.

 Bupati Sitaro, Toni Supit SE MM menghimbau, masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas. Hal itu mengingat, ekstremnya cuaca dalam beberapa waktu terakhir.  "Saya mengimbau kepada masyarakat, kini memang cuacanya sangat ekstrem. Jadi agar berhati-hati," kata Supit, Senin (4/12).

Ia meminta masyarakat supaya terus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih karena dalam beberapa saat terakhir banyak terjadi hujan lebat yang kerap kali disertai angin kencang juga gelombang tinggi di laut.

"Tingkatkan terus kewaspadaan karena cuacanya memang, sekali lagi, cuacanya ekstrem. Hujan lebat, angin kencang juga ada gelombang yang tinggi. Semuanya hati-hati," ujar Supit.

Supit mengaku, sudah memerintahkan jajarannya lebih khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mengantisipasi cuaca ekstrem ini.

"Saya sudah perintahkan kepada BNPB dan SKPD yang terkait agar semuanya waspada dan membantu masyarakat apabila ada bencana secepat-cepatnya dan kita harus antisipasi dampak cuaca ekstrem ini, terutama pada produksi pangan," katanya.

Meskipun sampai sekarang belum ada masalah terkait gangguan pasokan produksi pangan, hal itu menurutnya harus tetap diantisipasi. Bupati pun menggarisbawahi pentingnya menjaga jalur-jalur logistik agar tidak terputus akibat bencana.

"Dan juga terutama jalur-jalur logistik jangan sampai putus karena adanya bencana. Ini juga harus betul-betul diantisipasi dan diwaspadai," tandas Bupati dua periode ini. (haman)


Komentar