DIAMANKAN. Dana sebesar Rp300 juta lebih, dikembalikan ke kas negara, yang berhasil diamankan Kejari Bolmut dalam tindak lanjuti kasus PPI di Desa Tanjung Sidupa.(foto:nanang kasim)

‘Cukur’ Tersangka PPI Sidupa, Ratusan Juta Uang Negara Selamat

Boroko, MS

Kerja keras Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mengungkap dugaan korupsi proyek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Tanjung Sidupa, Kecamatan Pinogaluman, berbuah manis. Selain sukses menjerat dua tersangka pada megaproyek berbandrol Rp1,4 Miliar ini, Kejari Bolmut besutan Andi Suharlis, berhasil menyelamatkan uang negara sekitar ratusan juta rupiah.

Kedua tersangka (TSK), yakni DS alias Daud dan HT alias Hengky sebagai pemilik CV Wisanggeni. Jumat (5/5) akhir pekan lalu, DS dan HT telah mengembalikan kerugian keuangan negara mencapai Rp 300.850.000. “Iya, TSK mengembalikan kerugian negara, dan itu akan disetorkan ke kas negara,” terang Kajari Bolmut Andi Suharlis, saat memimpin konferensi pers.

Lebih lanjut, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguraikan, dalam kasus itu, pihak Kejari Bolmut menjerat kedua tersangka dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah menjadi UU Tipikor Nomor 20 tahun 2011 pasal 2 dan 3. “Untuk pasal 2 ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup, sementara untuk pasal 3 ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Jaksa sarat prestasi ini.

Selain itu, dalam kasus ini berhasil diungkap pada akhir tahun 2016 pihak Kejari Bolmut telah memeriksa sedikitnya 15 saksi. Tidak hanya kedua TSK, namun sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut ikut menjadi terperiksa. “Sudah ada 15 saksi dan tidak ada aral melintang kasus ini akan segera dilimpahkan untuk disidangkan,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Resmen, menambahkan jika pengembalian kerugian negara pada kali ini merupakan pengembalian terbesar yang dilakukan oleh pihak Kejari Bolmut selama mengungkap berbagai kasus korupsi yang terjadi. “Tidak dapat dipungkiri pengembalian kerugian Negara pada kali ini merupakan capaian yang paling tertinggi selama berdirinya Kejari Bolmut ini, hal ini membuktikan jika pihak Kejari Bolmut tidak main-main dalam mengusut persoalan korupsi,” tutur Resmen, didampingi Kasi Intelijen Roberto Sohilait dan Kasi Pidana Umum, Hendra Wijaya Kamal.(nanang kasim)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado