Foto bersama Pengacara Notje dan Tim Pengacara Peradi Sulut bersama keluarga besar. (foto:rhendi umar)

Dakwaan JPU Kejari Tomohon Kandas

Terdakwa Notje Bebas

 

Manado, MS

Episode persidangan dengan terdakwa Notje Karamoy, menyentuh klimaks. Aroma pertarungan sarat gengsi antara Tim Pengacara Wall Sumeisey Cs dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, berakhir. Palu Majelis Hakim ‘memihak’ kubu Wall Sumeisey Cs.

Dalam amar putusan, Majelis Hakim memutuskan terdakwa Notje Karamoy yang sempat didakwa bersalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena diduga melanggar ketentuan Pasal 21 Undang Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), tidak terbukti.

“Tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan. Membebaskan Notje dari dakwaan penuntut umum,” sebut Alfi Usup didampingi Hakim Anggota Halidjah Waliy dan Emma Eliana, Senin (30/10).

Selanjutnya, Majelis Hakim memerintahkan JPU untuk membebaskan terdakwa Notje dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng. “Memerintahkan terdakwa segera dibebaskan dari tahanan. Kemudian, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Menetapkan barang bukti 1-35 dikembalikan kepada Kejari Tomohon melalui Penuntut Umum serta membebankan biaya perkara kepada negara,” tutup Usup sembari mengetuk palu.

Amar putusan Majelis Hakim itu langsung disambut sorakan peserta sidang. “Majelis Hakim memang adil,” teriak salah satu peserta sidang.

Sebelum memutus bebas terdakwa Notje, Usup menguraikan sederet pertimbangan. Seperti dari keterangan ahli Teuku Nasarullah, soal penolakan penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sebagaimana termuat dalam KUHAP 118. Selanjutnya, keterangan ahli Humphry Djemaat soal pelanggaran kode etik Advokat yang diatur dalam UU RI Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Selain itu, keterangan ahli forensik liguistik Unsrat, Jean Imbang yang menganalisis kalimat ‘Jangan tanda tangan BAP’ yang dilontarkan Notje selaku Penasehat Hukum terhadap saksi atau kliennya. Kalimat tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk perintah. Melainkan, harus dilihat sebagai bentuk saran atau nasehat.

Majelis Hakim juga mempertimbangkan fakta persidangan, dimana keterangan para saksi tidak menyebutkan jika kalimat yang dilontarkan Notje disertai paksaan atau ancaman.

Majelis Hakim bahkan memberikan penjelasan mengenai kasus oknum pengacara yang kerap dijadikan acuan JPU dalam persidangan. Dengan menggunakan tabel, Majelis Hakim merinci adanya perbedaan kasus tersebut dengan kasus yang didakwakan kepada Notje. Artinya,  Majelis Hakim tidak sependapat dengan pemikiran JPU.

Terkait putusan itu, JPU Kejari Tomohon Christomy Banar kepada awak media menerangkan,  pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait putusan bebas tersebut. “Yang jelas kita menghormati putusan Majelis Hakim, kita akan berkoordinasi lagi, melaporkan kepada pimpinan hasil putusan yang jelas berdasarkan pengalaman upaya hukumnya kasasi,” tanggap dia.

Sementara itu, Notje saat ditemui merasa senang dengan hasil keputusan Majelis Hakim. Ia pun mengungkapkan, semua yang harus dilaluinya ini tak lepas dari penyertaan Yang Maha Kuasa. “Pertama saya mengucap terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus karena mengijinkan saya untuk datang ke Rutan Malendeng melalui tugasnya Jaksa. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Jaksa yang dengan izin Tuhan bisa membawa saya ke Malendeng. Karena saya mendapat berkat di sana, berkat yang sangat luar biasa. Ini keyakinan saya,” aku Notje.

Notje juga berterima kasih kepada Majelis Hakim yang sejak dirinya ditahan dan hingga saat persidangan akhir, tidak mengabulkan permohonan penangguhan atau pengalihan tahanan. “Dan lebih khusus saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Advokat, kepada senior kami pak Wall Sumeisey yang mendampingi saya. Ada kurang lebih 100 rekan-rekan Advokat yang menandatangani surat kuasa. Saya tidak bayar sepeserpun kepada mereka,” kunci Notje.

Untuk diketahui, dalam perkara ini Notje diduga sengaja menghalang- halangi penyidikan Tipikor Pengadaan Komputer dan Aplikasinya di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (DPPKBMD) Kota Tomohon Tahun Anggaran 2013.(rhendi umar)


Komentar