REKONSTRUKSI. Pelaku saat memperagakan salah satu adegan di kamar anak perempuan korban.

‘Dari Cekikan Maut Hingga Aksi Penikaman’

40 Adegan di Rekonstruksi Pembunuhan Tateli

 

Laporan: Rhendi UMAR

AWAL bulan Maret 2017, Nyiur Melambai gempar dengan kabar terbunuhnya Agustina, warga Jaga IV Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Tanda tanya sempat terlempar ke publik terkait kronologis kematian ibu berusia 54 tahun ini. Teranyar, anak Agustina ikut menjadi korban penganiayaan. Amarah warga kian tak terbendung. Aparat didesak mengusut tuntas pelaku aksi tidak berprikemanusian itu.

Tuntutan itu dijawab kerja keras jajaran Korps Bhayangkara Nyiur Melambai. Hanya berselang tiga hari atau Minggu (12/3) dini hari, pelaku pembunuhan dan penganiayaan ditangkap. Adalah FS (35) alias Frangky. Teranyar, dia merupakan residivis kasus pembunuhan tahun 2008 di Manado.

Untuk melengkapi berkas sebelum masuk ke babak persidangan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, menggelar rekonstruksi, Kamis (4/5). Pelaksanaan rekonstruksi berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Data yang berhasil dirangkum, sekira 40 adegan diperagakan.

Terungkap, awalnya Frangky membuka pagar depan rumah korban dan masuk ke dalam rumah lewat pintu samping kiri. Setelah berada di dalam rumah, pelaku masuk ke kamar depan, dimana korban meninggal (Agustina) dan anaknya SR (19) sedang tidur. Ketika berada di dalam kamar, pelaku membangunkan Agustina. Setelah itu, mereka berdua keluar dan duduk di sofa yang berada di samping kamar korban.

Pada adegan berikutnya, korban dan pelaku masuk ke kamar belakang. Di situ terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku. Cekcok itu berujung maut. Frangky menyikut dan mencekik leher korban hingga tewas. Melihat korban Agustina sudah tidak bergerak, pelaku kembali pergi ke kamar depan. Di situ anak korban yakni SR masih tertidur. Namun, saat terbangun, Frangky langsung menikam SR yang sedang terbaring di tempat tidur. Dalam adegan yang diperagakan, pelaku menelanjangi SR dengan cara menggunting pakaian SR dan mencium payudara korban. Pelaku berniat menyetubuhi SR, namun karena SR sudah berlumuran darah, birahi pelalu kendor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manado, Kompol Edwin Humokor mengakui,  rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk kelengkapan berkas dan selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan,” tandas Humokor.

Dia menambahkan, hasil otopsi dari pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, korban yang meninggal dunia yakni Agustina, mengalami patah tulang leher karena diduga dicekik pelaku.(*)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.