Hengky Kawalo dan Robert Tambuwun (Ist)


Dego-Dego, Diduga Diback-up Dewan

Manado, MS

Rencana rehab gedung Rumah Makan Dego-Dego menjadi Hotel yang terletak di Kawasan Pusat Kuliner Tradisional Manado, tepatnya di Jalan Wakeke Kecamatan Wenang Utara, akhir-akhir ini makin menarik disimak. Apa pasal? Warga menduga jika rencana pembangunan Hotel berlantai 6 itu, telah di-back up oleh Anggota Dewan Manado, karena aktifitas pembangunan gedung yang ditolak karena tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ijin Gangguan (HO),

hingga kini masih berlanjut. 

"Jangan-jangan sudah ada pembicaraan khusus dengan oknum legislator, sehingga mereka masih terus melakukan rehab gedung," sangka warga yang namanya enggan dikorankan seraya mengatakan, aktifitas pembangunan itu harus dihentikan sebelum ada dasar hukum yang tetap.  

Kiritikan senada juga pun dilontarkan Sekretaris Komisi A DPRD Manado, Hengky Kawalo.  Menurut Kawalo, disilahkan untuk siapa saja melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut. Baik dari pihak lain maupun para wartawan yang mendapati informasi seperti itu.

“Silahkan kalau ada kecurigaan seperti itu, karena itu sudah mendapat restu pemerintah untuk menghentikan sementara karena dianggap salah peruntukkannya. Saya masih percaya pemerintah sanggup bekerja sesuai prosedur dalam penegakkan perda,”ujarnya kepada Media Sulut Senin (20/3) kemarin.

Sorotan lain pun diungkapkan Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan HAM DPRD Manado, Robert Tambuwun. Menurutnya, jika ada indikasi permainan oknum anggota dewam dengan pemilik Dego-dego harus ditelusuri dahulu.

“Penelusuran akan kebenaran itu pun harus jelas, karena hal itu sangat tidak elok kalau benar ada permaianan antara oknum legislator Manado dengan pemilik Dego-Dego. Otomatis pula bakal turut merusak citra lembaga dewan ini,” ujarnya kepada Media Sulut Senin (20/3) kemarin.

Tambuwun yang adalah Politisi rupawan namun sangat kritisi ini berharap kalau sudah ditemukan siapa yang "bermain" dalam persoalan ini silahkan diekspos.

"Silahkan dipublikasikan, sebab pihak legislator sendirilah yang menghentikan sementara ijin pembangunan bangunan tersebut. Tapi kenapa ada muncul dugaan meneruskan pengerjaan oleh oknum wakil rakyat sendiri," tegasnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat adanya aktifitas pembangunan yang sesekali terhenti karena bersamaan dengan cuaca Kota Manado yang sedang diguyur hujan.

SYARAT TEKNIS

Sebelumnya, dalam acara dengar pendapat warga Wakeke bersama dengan Komisi C belum lama ini, mereka mengajukan protes lokasi pembangunan dimana samping rumah tetangga terlihat jelas kalau dinding rumah makan tersebut menempel satu sama lainnya. Pun, tiang-tiang rangka besi berdekatan dengan dinding. 

Terkait hal itu, Tambuwun menambahkan, perihal perijinan pihak Dego-dego sendiri sebenarnya tidak salah. Tapi hanya belum saja mengantongi ijin sehingga pengerjaannya dihentikan sementara sambil menunggu proses pengurusannya. "Hasil Hearing Komisi C sebenarnya sudah sangat jelas, bahwa memang mereka pihak Dego-Dego tidak salah tapi mereka belum ada ijin," ujarnya seraya mengatakan ketika ada keberatan dari tetangga, harus dimengerti kalau ijin gangguan (HO) berupaa pemberitahuan akan ada bangunan baru. Tapi untuk Juga objek lahan tersebut dianggap memenuhi syarat teknis.

“Sebaliknya demikian, ada ijin birman (tetangga,red) namun syarat teknis tidak terpenuhi maka tak bisa membangun,” kuncinya. (devy kumaat)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors