Aksi Unjuk rasa oleh massa Fisip Unsrat

Dekan FISIP Unsrat Janji Tindak Pegawai ‘Nakal’

Manado, MS

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menuntut perubahan di tubuh kampusnya. Masalah adminstrasi jadi keluhan utama. Pimpinan fakultas pun berjanji akan menindak tegas oknum pegawai yang persulit mahasiswa.

Nada penuh harap itu tersaji dalam aksi unjuk rasa mereka di lingkungan kampus mereka, Senin (5/6). Sekitar 100 Aliansi Organisasi Mahasiswa FISIP Unsrat Manado, mengadakan unjuk rasa tersebut. Aksi yang dipimpin Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, Reynaldo Gogowini.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 11.55 WITA, massa aksi mendatanggi gedung Pusat Administrasi Fispol sambil berjalan kaki dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Aliansi Ormawa se-Fispol, Transformasi Pelayanan dan Petisi Transformasi Fispol’. Setelah tiba di depan gedung mereka langsung berorasi dengan koordinator lapangan (korlap) menyampaikan  tuntutan. Mereka meminta adanya etika pelayanan publik dan transportasi informasi terhadap mahasiswa Fispol Unsrat. Kemudian  mendesak agar dapat memberikan sanksi tegas terhadap staf pegawai yang kurang maksimal dan tidak beretika.

Selain itu, mereka menuntut percepatan proses pengadaan absen portal serta DPNA saat kuliah dan ujian. Massa pun mengeluhkan pengadaan fasilitas kampus yang kurang memadai serta mengecam keras tindakan oknum pegawai yang mempersulit pemakaian fasilitas kampus. Selanjutnya, menuntut sikap profesionalisme dosen dalam komitmen waktu dan etika  belajar mengajar dan transparansi informasi tentang mahasiwa.

Dekan Fisip Unsrat, Dr Novie Revlie Pioh menanggapi aspirasi yang disampaikan kepadanya agar diberitahukan kepadanya sehingga apa yang menjadi keinginan dari mahasiswa akan direspon dan dalam menyampaikan sesuatu harus sesuai koridor aturan. Itu karena mahasiswa tidak mungkin menyampaikan di luar aturan. "Kita harus mengacu pada aturan-aturan karena saya yakin dan percaya maksud para mahasiswa yang baik untuk membangun. Sampaikan tuntutan untuk kemajuan akademik sebagai pimpinan Fispol saya bertrima kasih kepada BEM FISIP yang sudah menyampaikan aspirasi dan memohon maaf kalau menggangu ibadah puasa bagi yang beragama islam," katanya.

 

Merasa tidak puas dengan tanggapan Dekan, massa aksi memasuki ruangan-ruangan gedung administrasi Fispol untuk mencari oknum pegawai staf yang mempersulit dalam hal pelayanan dan meminta agar hadir dalam pertemuan yang difasilitasi oleh dekan bertempat di Aula lantai 2 Fispol. Namun akhirnya Dekan memfasilitasi aksi massa mahasiswanya didampinggi Wakil Dekan (WD) I Rian Pijoh, WD II Revo Tampi dan Ketua BEM Fispol bersama  para mahasiswa Fispol Unsrat, Kasubag, para dosen dan pegawai staf Fispol, melakukan pertemuan dan berdialog di Aula yang terletak di lantai 2 gedung Fispol.

 

Berdasarkan pertemuan tersebut menghasilkan 4 point yang di antaranya, semua tuntutan dari Organisasi Mahasiswa Fispol akan ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi tegas kepada oknum pagawai yang mempersulit pemakaian fasilitas kampus. Para mahasiswa diminta bertanggung jawab atas fasilitas inventaris Fispol. Pegawai perlu ada penambahan untuk penanganan administrasi akademik. Aksi damai dari Organisasi Mahasiswa Fispol sangat diapresiasi akan tetapi harus dilakukan secara prosedural.

 

Aksi damai mahasiswa pun diakhiri dengan penandatanganan petisi transformasi fispol pada kain warna putih yang berukuran 2 meter yang dimulai oleh dekan, wakil dekan, kasubag, para dosen dan  mahasiswa yang hadir.(sonny dinar)

Banner Media Sulut

Komentar