Bupati Depri Pontoh saat bersama umat kristiani di Desa Komus

Depri: Kerukunan Harga Mati

Lawan Ujaran Kebencian dan Isu Provokatif

 

Laporan: Nanang Kasim

 

Ancaman virus provokasi mengintai setiap daerah di Indonesia. Kondisi itu disadari oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Kewaspadaan warga pun diperkuat demi menghindari konflik akibat perpecahan. Keragaman diyakini sebagai karunia Sang Khalik yang harus disyukuri.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut menaruh perhatian khusus terhadap berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten ini tanpa membeda-bedakan. Ditegaskan bahwa semua agama dijamin untuk melaksanakan ibadahnya. Perbedaan yang ada tidak harus dipersoalkan, melainkan disikapi sebagai sebuah karunia agar terjalin persatuan dan kesatuan serta kerukunan, baik sesama umat beragama maupun antar umat beragama.

 

“Semua agama mengajarkan umat manusia untuk berbuat kebaikan, agar mendapatkan ridho dan karunia Tuhan,” tandas bupati Bolmut, Depri Pontoh, Kamis (2/11).

 

Bupati Pontoh pun mengingatkan kepada seluruh umat beragama, warga Bolmut agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang belum tentu kebenarannya, terlebih ujaran kebencian yang provokatif untuk memecah belah persaudaraan di daerah.

 

"Jaga persatuan dan kesatuan, jaga persaudaraan dan kerukunan, karena Torang Samua Ciptaan Tuhan,” lugasnya.

 

Apalagi tahun 2018 nanti, Bolmut akan menghadapi proses Pemilihan  Kepala Daerah (Pilkada) sehingga itu persatuan dan kesatuan adalah harga mati.

 

“Jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan kemudian kita akan saling hujat, hasut dan memutuskan persaudaraan,” imbuhnya. (**)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado