Suasana reses anggota dewan Lucia Taroreh

Deprov Didesak Sidak Polemik Hutan Warembungan

Bencana dan Krisis Air Mengancam

 

Manado, MS

Suara kecaman masyarakat atas pengalihan fungsi hutan sekitar Desa Warembungan menggema.  Nada sorotan itu bersahutan-sahutan di reses legislator gedung cengkih, Lucia Taoreh. Dewan provinsi (Deprov) pun didorong untuk melakukan peninjauan di titik lokasi persoalan lingkungan hidup tersebut.

Warga tampak resah dengan aksi penyalahgunaan hutan perbukitan yang ada di seputar Ranou, Bron dan Linoulan. Hampir seluruh penanggap menyentil masalah perusakan alam ini.  “Hutan Ranou, Bron dan Linolouan yang sudah ada pengalihan fungsi lahan. Kalau seperti ini ke depannya nanti mata air kita bakal mati dan kita bisa krisis air bersih,” ucap Teo Kuntak warga setempat dalam reses I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) ini, Senin (8/5), di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Saat hutan sekitar Warembuangan habis, ke depannya akan kehilangan resapan air.  Penduduk khawatir jika hutan di bagian gunung mulai gersang maka bakal berdampak pada bencana alam. “Itu karena ada hutan di gunung Ranou yang mulai beralih fungsi. Makanya, kami meminta supaya ada tim anggota dewan dengan pemerintah untuk Sidak (inspeksi mendadak) di lokasi,” tegas Maxi Tene salah satu tetua kampung.

“Kami pun meminta supaya anggota dewan memanggil hearing oknum-oknum tersebut untuk bertanggung jawab terhadap pengrusakan hutan itu,” sambungnya.

Fery Taroreh berpendapat, hutan Bron di dekat Warembungan itu bisa dikatakan adalah titipan anak cucu. Sepengetahuannya juga hutan yang ada di sebelah utara Gunung Lokon tersebut, waktu zaman gubernur Hein Worang telah dicanangkan sebagai kawasan hutan lindung. “Apa sebab hutan lindung, karena di sana ada tumbuhan langka yang tidak ada di daerah lain. Hewan juga seperti Tarsius ada di sana, bukan hanya di Tangkoko,” pungkasnya.

“Kenapa hutan itu harus dilestarikan karena Indonesia adalah paru-paru dunia. Kami meminta agar supaya ibu Lucia Taroreh memperjuangkannya karena ini adalah tuntutan anak cucu,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, anggota dewan Lucia Taroreh menyatakan, masalah lingkungan hidup di Desa Warembungan saat ini sementara berproses di kepolisian. Ia berjanji akan mengawal persoalan tersebut karena pula merupakan bidangnya di Komisi IV DPRD Sulut. “Kalau perlu kita akan follow up ke kepolisian tentang penanganan masalah hutan ini.  Tentunya pemerintah tidak akan lepas tangan terkait persoalan lingkungan,” papar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

“ Suara ini pastinya akan sampai ke gubernur, apalagi ada media yang memberitakannya tentang penyalahgunaan hutan itu. Ini akan saya usulkan juga ke komisi IV supaya melakukan kunjungan lapangan,” tutup dia. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado