Ferdinand Mewengkang

Deprov Sebut Bom Surabaya Sebuah Kecolongan

Manado, MS

Tragedi bom di Surabaya dipandang akibat intelegen di Indonesia tidak difungsikan semaksimal mungkin. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menganggap peristiwa ini sebuah kecolongan terhadap aparat keamanan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang. Baginya, adanya perisitiwa pengeboman menggambarkan system intelegen di negara butuh dorongan lebih. Harusnya sebelum peristiwa tersebut terjadi sudah ada investigasi terlebih dahulu. “Jadi BIN (Badan Intelegen Negara) harus jalan. Kalau BIN jalan pelaku teroris bisa diketahui. Peristiwa ini sebenarnya kecolongan bagi kita,” ucap politisi Gerindra itu, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Dirinya pun mendesak pasca aksi teror bom, aparat supaya dapat meningkatkan keamanan. Pengawasan di setiap kelurahan dan desa harus diperketat. “Aparat desa dan kelurahan harus tahu masyarakatnya dan siapa saja yang masuk di daerah mereka,” ungkapnya.

“Tapi jangan juga kemudian berapriori sehingga bertindak sembarang dengan menyebut siapa saja yang masuk sudah tidak betul,” pungkasnya.

Bagi Mewengkang, sekarang ini Indonesia mempunyai perangkat yang memadai. Maka sudah waktunya untuk melakukan perlawanan terhadap aksi teroris. “Apalagi mereka pertama kali menyerang brimob. Itu kan pasukan elit polisi. Saya harap pemerintah segera mengambil sikap,” kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.