Felly Runtuwene

Deprov Sulut Sorot Proyek Tak Tuntas

WARNING tegas dilontar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).  Banyaknya proyek yang pengerjaannya setengah-setengah jadi pemantik. Peran pemerintah daerah pun dikoreksi.

Sorotan itu dilayangkan Anggota Komisi III DPRD Sulut, Felly Runtuwene. Sesuai pengawasannya, ada sederet proyek yang bergulir di Tanah Nyiur Melambai tidak kunjung selesai. Dampaknya, program tersebut mubazir dan hanya membuang-buang anggaran.

“Proyek itu (Program Cipta karya, red) harus tuntas sampai akhir. Jangan sampai manfaatnya justru tidak dirasakan masyarakat. Karena kita sekarang ada banyak proyek (di Sulut, red) tapi tidak pernah selesai,” kata Runtuwene, baru-baru ini, saat hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Provinsi Sulut terkait sejumlah program Cipta Karya.

Makanya, srikandi Gedung Cengkih ini menegaskan, Program Cipta Karya harus konsekuen bagi masyarakat. Semua pembangunan yang ada harus benar-benar dikerjakan sampai tuntas. “Untuk apa proyek di sana sini masuk dengan miliaran-miliaran tapi tidak jelas,” sembur anggota Dewan Provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara itu.

Ia pula mengkritisi soal sejumlah proyek yang masuk ke Sulut lewat program Cipta Karya namun pihak dewan tidak pernah mengetahui. Bahkan pihaknya belum mendapat penjelasan terlebih dahulu dasar-dasar pemberian bantuan tersebut.

 “Reses kita tidak pernah direalisasi, taunya ada proyek masuk di Minsel. Padahal ada masyarakat di Minsel dan Mitra  yang memberikan masukan kepada kami tapi itu hampir tidak terealisasi. Cuma cerita semuanya. Hingga anggota DPRD sudah tidak dipercaya masyarakat karena hal-hal ini,” terang Felly. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado