Andrei Angouw dan Teddy Kumaat

Dewan Desak Musnahkan Unggas Sebelum H5N1 Menyebar

Manado, MS

Teror virus flu burung atau H5N1 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memantik kekhawatiran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) bereaksi. Desakan untuk membakar unggas di sekitar lokasi kejadian mengalir kencang.  

Penghuni Gedung Cengkih mendesak agar pemerintah segera melakukan tindakan untuk penyelesaian masalah yang genting ini. Seluruh unggas yang berada di sekitar tempat itu, diminta supaya dapat dimusnahkan. “Ini virus berbahaya, tindakan satu-satunya adalah memusnahkan semua unggas-unggas di 2 kecamatan (Modayag dan Modayag Barat, red) tersebut, sebelum menyebar ke tempat lain,” tegas Anggota Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat, saat dihubungi, Rabu (23/5).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan, persoalan ini bukan kesalahan dinas terkait. Menurutnya, Singapura saja yang termasuk negara maju pernah terkena virus ini. “Jadi tidak berhubungan langsung dengan kinerja dinas karena virus  ini bisa dibawa oleh satwa lain seperti burung,” ujar dia.

Kedatangan virus dari daerah atau negara lain baginya, tidak bisa dicegah. Hanya saja ketika terjadi di Sulut, harus ada penanganan serius dari pemerintah terkait. “Kalau burung yang terkena virus ini terbang dari daerah dan negara lain kemudian masuk ke Sulut, apakah bisa dicegah oleh distanak (Dinas Pertanian dan Peternakan)? Jadi ini bukan kesahalan dinas terkait. Tetap dinas akan disalahkan apabila sudah mengetahui ada virus tersebut, lalu tidak mengambil tindakan,” pungkasnya.

Senada diungkap, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. Ia mendorong supaya pemerintah lewat instansi yang berkewenangan, bisa mengambil langkah menyelesaikan persoalan ini. “Memang ini bukan salahnya dinas namun dinas terkait harus segera menangani ini,” ujar politisi PDIP ini, kemarin. (arfin tompodung)

 


Komentar