Ketum Kadin Roeslani dan Pak HAG

DI RADAR KADIN, SEDERET POTENSI SULUT DIORBITKAN

Manado, MS

Spirit pengembangan beragam sektor unggulan Bumi Nyiur Melambai, membuncah. Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Timur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2018 di Manado, jadi turbin penggerak. Sederet terobosan disiapkan guna memacu perekonomian jazirah utara Pulau Selebes.

Langkah ini seiring dengan misi Kadin menggarap potensi yang belum optimal dikelola pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Selain itu, problematika pembangunan infrastruktur di timur Indonesia yang masih dianggap kurang. Demikian pula dengan minimnya keterlibatan pengusaha daerah dalam proyek-proyek bersegel dana pusat yang kerap dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Diakui, Rakorwil Timur Kadin Indonesia telah merupakan wahana strategis dan ‘jembatan’ dalam membedah persoalan dan pengembangan potensi daerah. Rakorwil ini menjadi ‘obat kuat’ organisasi pengusaha Indonesia untuk berkomitmen dalam pengembangan sektor potensial baik di Sulawesi Utara (Sulut) maupun Indonesia Timur.

Misalnya pengembangan Taman Nasional Bunaken. Sumber daya alam unggulan Sulut yang dinilai kian meredup ini, akhirnya ‘disentuh’ Kadin. Tekad mengangkat kembali Bunaken dalam pelataran destinasi tesohor pariwisata Indonesia, meletup di arena Rakorwil.

“Saat ini pemerintah telah menetapkan sepuluh destinasi pariwisata di Indonesia. Namun, prioritas pemerintah mengarah pada empat destinasi seperti Toba, Pulau Komodo, Yogjakarta dan NTB. Tentu saja, kami akan berjuang supaya Bunaken akan kembali masuk dalam destinasi pariwisata populer Indonesia,” tandas Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, disela-sela pembukaan Rakorwil Timur Kadin Indonesia di Grand Kawanua International Convention Center Manado, Jumat (4/5).

“Memang harus diakui dengan kondisi Sulut saat ini, sudah terlihat terjadinya pergerakkan investasi. Ini dibuktikan lewat masuknya wisatawan khususnya dari Cina. Itu tidak lepas dari kesiapan daerah termasuk menyiapkan infrastruktur pariwisata yang memadai. Namun, itu akan terus kita dorong,” sambung Roeslani.

Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur pariwisata lainnya di wilayah timur Indonesia. Kadin akan berupaya mendorong hal itu di pusat, sehingga dengan fasilitas yang memadai, kesejahteraan masyarakat di daerah akan semakin membaik. “Makanya pertemuan seperti ini kami harapkan reguler dilaksanakan. Bisa saja empat bulan sekali sehingga maksimal. Kami berharap, masukan-masukan atau usulan yang masuk harus lebih konkrit sehingga bisa diprioritaskan,” ucap salah satu dari trio Indonesia yang mengakuisisi klub sepak bola ternama, Internazionale Milan.

Jebolan Antwerpen European University di Belgia ini mengakui, seiring waktu berjalan, sinergitas Kadin dan pemerintah semakin baik. Itu berbuntut ekspektasi pemerintah terhadap Kadin semakin tinggi. “Oleh sebab itu, Kadin harus tampil optimal. Meski begitu, kami juga selalu mengawal pemerintah lewat kritik. Buktinya, ada beberapa masukan yang kami sampaikan kepada pemerintah beberapa waktu yang lalu yang akhirnya langsung disikapi,” kuncinya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Timur Kadin Indonesia Andi Rukman Nurdi menyatakan, Kadin Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur, pariwisata dan perikanan di Indonesia Timur. "Kami melihat potensi sektor perikanan dan pariwisata di Sulut sangat besar, namun belum tergarap dengan baik. Sehingga Kadin akan berupaya mendorong sektor tersebut dan tentunya tidak lepas dari pembangunan infrastruktur pula," aku dia.

"Karena infrastruktur menjadi pendorong utama dalam peningkatan pembangunan sektor lainnya," kata Nurdi sembari menjelaskan Kadin memilih melakukan Rakor di Kota Manado, karena melihat sektor perikanan di daerah tersebut sangat besar. Apalagi peningkatan sektor pariwisata di Sulut lagi gencar-gencarnya.

HAG: SULUT MASUK SEGITIGA KARANG DUNIA

Sulut dan wilayah timur Indonesia memiliki beragam sumber daya. Untuk mengembangkan potensi daerah secara profesional, dibutuhkan mesin penggerak yang memiliki aksesibilitas di level nasional hingga internasional.

Diakui Ketua Umum (Ketum) Kadin Sulut Hangky Arther Gerungan (HAG), Rakorwil Timur Kadin Indonesia membahas sektor insfrakstruktur, pariwisata, perikanan dan kelautan. "Makna yang dapat dipetik dalam agenda tersebut, mengisyaratkan betapa pentingnya pembangunan sektor insfrastruktur di kawasan timur sekaligus potensi sektor pariwisata, perikanan dan kelautan di kawasan ini," terang HAG, pada acara pembukaan.

Kenapa agenda ini harus dibahas di Manado, aku HAG, karena Sulut adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam dan membutuhkan percepatan pembangunan di ketiga sektor ini. Lebih jauh, HAG menjelaskan, kawasan timur Indonesia khususnya wilayah Sulut sampai ke Papua, sebagai kawasan yang sangat strategis karena berada di segitiga karang dunia. "Dengan keragaman hayati yang sangat penting perannya dalam ekosistem dunia. Agenda pembangunan global yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan adalah sangat penting untuk didukung semua pihak termasuk sektor swasta," ungkapnya.

"Oleh karena itu dengan potensi keanekaragaman hayati dan melimpah bahkan potensi yang dapat dimanfaatkan oleh pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," papar HAG.

Ujar pengusaha nasional berdarah Kakas ini, nilai ekonomi dan kekayaan keanekaragaman hayati akan menghasilkan devisa bagi sumber keuangan negara antara lain sektor industri pariwisata, perikanan dan kelautan. "Melalui rapat pimpinan kali ini yang diselenggarakan di Sulut diharapkan tidak hanya akan berlalu begitu saja, namun harapan saya akan ada sebuah deklarasi yang menjadi suatu kesepakatan bersama dalam komitmen kita membangun secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara bersama," pungkasnya.

GUBERNUR SUPPORT PENGUSAHA KADIN

Gubernur Olly Dondokambey SE menyebutkan, Sulut yang berada di garda terdepan Republik Indonesia (RI), merupakan daerah yang memiliki potensi investasi di sektor pariwisata, infrastruktur dan kelautan yang sangat menjanjikan. Dengan demikian, sangat cocok untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Terkait peluang investasi sektor pariwisata, Olly mengakui, saat ini Sulut menjadi daerah wisata diminati di Indonesia. "Banyak wisatawan datang ke Sulut," tandas Gubernur Olly.

Selain pariwisata, ia juga menyinggung pentingnya peranan pelabuhan untuk memperkuat sektor ekonomi dan industri. Untuk itu, dia meminta pengusaha Kadin dapat memanfaatkan Pelabuhan Bitung untuk membuka jalur perdagangan di wilayah timur Indonesia. “Kalau jalur ini dibuka, di Sulut lewat Pelabuhan Bitung misalnya, tentu harga barang bisa lebih murah dan makin bisa bersaing. Pemerintah provinsi pasti mendukungnya," aku gubernur.

Dia berharap lewat Rakorwil Timur Kadin Indonesia dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis implementatif sebagai modal penting bagi organisasi dalam peran aktifnya membangun organisasi, daerah dan bangsa Indonesia ke depan.

ROESLANI APRESIASI HAG

Rakorwil Timur Kadin Indonesia tahun 2018, sukses. Sejumlah rekomendasi mencuat dari forum strategis pengembangan potensi daerah ini. Sejumlah masukan hingga saran, siap diperjuangkan organisasi pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang perekonomian ini.

Sukses penyelenggaraan, Ketum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengapresiasi Ketum kadin Sulut Hangky Arther Gerungan. Ia pun berharap, di bawah kepemimpinan HAG, Kadin Sulut akan semakin berkembang dan maju serta memberikan dampak kepada dunia usaha di Sulut. “Kami sangat mengapresiasi Pak Hangky. Ke depan, di bawah kepemimpinan beliau, Kadin Sulut pasti akan semakin maju,” tutur Roeslani.

Di sisi lain, meski banyak tantangan yang akan dihadapi, ia optimis, Kadin akan mampu meningkatkan perekonomian daerah dengan potensi yang ada. “Dan nantinya hasil rapat akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan begitu, potensi daerah bisa lebih dikembangkan,” terang Roeslani.

Ia berharap, apa yang nantinya dihasilkan dalam Rakor wilayah ini mendapatkan respon dari pemerintah. Baik itu pemerintah daerah maupun respon dari pemerintah pusat. "Kami berharap agenda ini menghasilkan masukan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan untuk mendorong dan mempercepat pembangunan ekonomi daerah," lugasnya.

Untuk diketahui, pembukaan Rakorwil Timur Kadin Indonesia Tahun 2018, dihadiri Sesditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yaya Supriyatna Sumadinata, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan Permata Adoe dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan, Yugi Prayanto.(tim ms)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.