Dibidik FBI, Donald Trump Meradang

Washington, MS

Ternyata, Presiden sekelas Donald Trump, tidak luput dari penyelidikan pihak berwajib di Amerika Serikat (AS). Presiden yang baru dipilih dan dilantik itu, kini seperti telur di ujung tanduk. Diduga, Trump terlibat konspirasi dengan rival Amerika, yakni Rusia. Trump pun uring-uringan.

Biro Penyelidik Federal (FBI) menyatakan mulai mengusut keterlibatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam dugaan kongkalikong dengan Rusia saat sedang dan sesudah kampanye kepresidenan beberapa waktu lalu. Trump menyatakan dia murka akan hal itu dan merasa seolah sedang diburu.
Trump melontarkan kekecewaannya melalui akun Twitter miliknya. Kabarnya, kepala satuan tugas penyidik, Robert Mueller, tak lama lagi bakal memeriksa Trump. Dia juga menuding Wakil Jaksa Agung, Rod Rosenstein, berada di balik itu semua.
Konon Rosenstein adalah orang yang menyarankan Trump mendepak James Comey dari posisi Direktur FBI. Itu terjadi setelah Comey tetap mengusut dugaan peran teman dekat Trump, Mike Flynn, dalam dugaan kolusi dengan Rusia, meski Trump sudah membujuk Comey menghentikannya.
"Saya diselidiki karena memecat Direktur FBI oleh orang yang mengatakan kepada saya supaya memecat Direktur FBI! (Seperti) memburu penyihir," cuit Trump melalui akun Twitter-nya, akhir pekan lalu.
Ihwal kemelut itu, tim kuasa hukum Trump berdalih kalau klien mereka cuma bereaksi terhadap pemberitaan soal penyelidikan, dan bukan memberikan konfirmasi kepada masyarakat. Menurut Juru Bicara Mueller, Peter Carr, sudah ada 13 jaksa siap memeriksa Trump dan beberapa menunggu giliran.
"Wakil Jaksa Agung sudah menyatakan berkali-kali, jika ada saat di mana dia harus mundur, dia akan melakukannya. Namun, tidak ada yang berubah," kata juru bicara Departemen Hukum, Ian Prior.
Entah terkait atau tidak, Trump dikabarkan memilih 'kabur' ke tempat peristirahatan kepresidenan di Kamp David di Maryland bersama sang istri, Melania Trump, akhir pekan ini. Padahal dia biasanya memilih jalan-jalan ke salah satu resor miliknya, Mar-a-Lago, di Florida.
Di sisi lain, Wakil Presiden, Mike Pence, juga ketar-ketir dengan langkah FBI. Dia menyewa advokat Richard Cullen sebagai kuasa hukumnya. Namun, dia berdalih menggaet pengacara buat mewakilinya sebagai 'agenda rutin'. Richard diketahui pernah menangani kasus Iran-Kontra pada 1980-an, Skandal Watergate, dan kemelut penghitungan ulang di Florida pada Tahun 2000.(mdk)

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.