Yasti Mokoagow


‘DIBIDIK’ POLDA, YASTI TERANCAM

Manado, MS

Kasus dugaan perusakan aset milik di PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), terus bergulir liar. Kepolisian daerah (Polda), Sulawesi Utara (Sulut), kian getol menyeriusi perkara yang telah menyeret sedikitnya 27 anggota satuan pamong praja (Sat Pol PP) Bolmong sebagai tersangka.

Bola panas menyasar ke Bupati Bolmong, Yasti Mokoagow. Orang nomor satu di induk tanah Totabuan itu, telah berulang kali dipanggil oleh tim penyidik Polda. Teranyar, pemanggilan yang dilayangkan Polda, Selasa (18/7) kemarin.

Namun, Yasti tak bisa menghadiri panggilan penyidik, dengan alasan kesehatan terganggu. Beredar kabar, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, tengah dibidik untuk menjadi tersangka. Itu menyusul sinyal Kapolda Sulut, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Bambang Waskito, yang menegaskan akan memburu aktor intelektual yang memerintahkan petugas Sat Pol PP melakukan tindak perusakan.

Apalagi, Yasti sempat mengancam akan melakukan pra peradilan atas Polda Sulut, terkait aksi penangkapan yang dilakoni aparat kepolisian terhadap sejumlah anggota Sat Pol PP Bolmong.  “Kelihatannya Polda sangat ngotot mengusut kasus perusakan di PT Conch. Mungkin Kapolda sempat tersinggung dengan ancaman Yasti untuk mempra-peradilankan Polda,” bisik sumber resmi di Mapolda Sulut.

“Bisa-bisa Yasti yang dibidik. Soalnya, beliau intens dipanggil penyidik untuk diperiksa. Apalagi Kapolda sudah berulang kali menyampaikan akan mengusut aktor intelektual di kasus perusakan tersebut. Itu terkesan mengarah ke Yasti. Sebab info yang beredar, Yasti  yang memerintahkan petugas Sat Pol PP untuk menutup aktivitas PT Conch,” urainya lagi.

Sumber menyebut, Yasti akan dipanggil lagi dalam minggu berjalan ini. “Kalau tidak salah satu atau dua hari ke depan, Yasti akan dipanggil lagi. Kemungkinan besar minggu berjalan ini. Pengacara beliau (Yasti, red) sudah memastikan Yasti akan memenuhi panggilan tersebut,” timpalnya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris besar (Kombes) Polisi Ibrahim Tompo, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (18/7) kemarin, membenarkan adanya panggilan terhadap Bupati Yasti Mokoagow, terkait kasus perusakan di PT Conch. “Ya, benar. Bupati Bolmong dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Reskrimum Polda Sulut,” ungkapnya.

Terkait ketidak-hadiran Yasti dalam panggilan penyidik Senin kemarin, Ibrahim terkesan berdiplomasi. “Mungkin ada alasan tertentu. Penyidik tentu akan menjadwalkan agenda pemeriksaan kembali,” ujarnya lagi.

Disinggung soal jadwal pemeriksaan ulang, Ibrahim mengaku masih akan mengkoordinasikan dengan penyidik. “Kalau itu kewenangan penyidik. Tapi kemungkinan, akan diagendakan secepatnya demi mempercepat proses pengusutan kasus,” bebernya.

Pun begitu, ia memastikan proses pengusutan kasus perusakan di PT Conch tersebut tidak akan dihentikan. "Dari awal kami komit untuk tetap memproses kasus hingga tuntas," tandasnya.

Diketahui, Yasti sempat di periksa tim penyidik reskrimum Polda Sulut, 20 Juni 2017 lalu. Yasti kala itu didampingi Sekda Bolmong, Tahlis Gallang dan sejumlah pejabat Bolmong.

DIPERKUAT DIRESKRIMUM POLDA

Ditempat terpisah, Direktur reserse kriminal umum (Direskrimum) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Untung Sudarto, ketika diminta keterangan juga membenarkan adanya pemanggilan terhadap Bupati Yasti. Pun begitu, Untung memastikan Yasti masih diperiksa sebagai saksi. "Sejauh ini yang bersangkutan (Yasti, red), masih periksa saksi dan belum ada status tersangka," umbar polisi tiga melati ini.

Disindir soal isu menyebut Yasti  akan ditetapkan sebagai tersangka, Untung enggan menanggapinya lebih jauh. “Ikuti saja proses yang tengah berjalan. Yang pasti yang bersangkutan masih diperiksa sebagai saksi,” imbuhnya.

Pun begitu, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo sempat mengisyaratkan adanya peluang Yasti untuk ditetapkan sebagai tersangka.  Itu jika ada bukti dan keterangan yang  merujuk adanya keterkaitan dengan yang bersangkutan. "Tergantung hasil pemeriksaan, dan saksi-saksi yang merujuk nanti," jelasnya sebelumnya.

Ia menyebut spesifikasi dari hasil penyelidikan masih dikembangkan dan ditelusuri. "Terkait klarifikasi dan penertiban yang mengakibatkan kerusakan. Kita tidak meninggalkan arti penertiban yang dilakukan oleh aparat. Namun bukti yang diangkat di Polda Sulut, itu terkait dengan adanya pengrusakan,” urai Ibrahim.

“Penertiban yang dilaksanakan dengan tidak bertanggung jawab, mempunyai konsekuensi hukum. Apa yang dilaksanakan Pemda Bolmong, itu terkait penertiban yang tidak sesuai aturan, sehingga akhirnya terjadi perusakan," sambungnya.

Terkait pemeriksaan kepala daerah harus seizin Gubernur dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), ia menyebut belum dilakukan karena Yasti masih diperiksa sebagai saksi. Kecuali Yasti telah ditetapkan sebagai tersangka. “Kita tetap mengikuti mekanisme yang berlaku. Sekarang ini, Bupati masih diperiksa sebagai saksi. Jadi kami belum meminta izin,” tandasnya.

Diketahui, Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito telah menegaskan, perkara tersebut akan tetap diproses meskipun kedua belah pihak telah ada kesepakatan damai. “Saya nyatakan, saya tidak akan menghentikan. Ini masalahnya pidana. Yang saya sorotin di sini adalah perusakannya, pidananya. Ini bukan delik aduan. Tidak ada pengaduan pun, tetap saya periksa,” tegas Kapolda, di Ruang Spripim Kapolda, Selasa 13 Juni 2017 lalu.  “Sudah ada tersangka yang ditangkap. Itu akan terus dikembangkan. Kita akan telusuri siapa aktor intelektualnya,” lugasnya kala itu.

YASTI HORMATI PROSEDUR HUKUM

Bupati Bolmong, Yasti Mokoagow, menanggapi arif proses hukum yang ditengah dilakukan Polda Sulut terkait kasus dugaan perusakan aset PT Conch yang menyeret puluhan anggota Sat Pol PP Bolmong sebagai tersangka.

Termasuk pemanggilan dirinya sebagai saksi dalam perkara yang cukup menyedot perhatian publik, khususnya di tanah Totabuan.  Ia mengaku siap memenuhi panggilan yang dilayangkan tim penyidik. “Tentu saya hormati proses hukum yang sementara dilakukan Polda Sulut,” ujar Yasti, saat dikonfirmasi Media Sulut, Selasa (18/7) kemarin.

Disinggung soal ketidak-hadirannya dalam pemanggilan penyidik, Selasa kemarin, Yasti enggan memberikan penjelasan secara detail. “Ada sedikit miss komunikasi antara saya dan pengacara saya. Saya sebenarnya berniat akan hadir. Tapi sudahlah. Ini bukan kesengajaan,” akunya.

“Yang pasti, untuk panggilan yang sudah dijadwalkan ulang, akan saya penuhi. Sekali lagi, saya sangat menghormati proses hukum yang sedang dilakukan pihak Polda,” sambung politisi PAN itu.

Disinggung soal isu yang menyebut dirinya akan ditetapkan sebagai tersangka, Yasti menanggapinya dengan dingin. “Kita ikuti prosedur hukumnya,” tutupnya.

 

Diketahui, kasus perusakan itu bermula ketika terjadi polemik antara Pemkab Bolmong dan PT Conch. Sejumlah bangunan di perusahaan milik pengusaha Tiongkok itu diduga tidak memiliki  Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) serta beberapa ijin lainnya.

Atas kelalaian PT Conch tersebut, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, Senin 5 Mei 2017 lalu,  memerintahkan sat Pol PP Bolmong untuk untuk menyegel dan membongkar bangunan yang tidak mengantongi ijin tersebut.

Namun, Selasa (6/6), Kepolisian Resort (Polres) Bolmong, membuka kembali segel penutupan aktivitas PT CNSC, yang dilakukan oleh Pemkab. Tak hanya itu, Rabu (7/6), Polres mulai menangkap anggota Pol PP yang melakukan tindak pembongkaran.

Hingga menetapkan 27 orang tersangka sekaligus melakukan penahanan. 14 anggota Pol PP Bolmong ditahan di Polresta Manado dan 12 orang lainnya di Mapolda Sulut. Sementara 1 tersangka lainnya, langsung dilakukan penangguhan penahanan.  Dan hingga kini dikabarkan sudah ada 6 orang tersangka yang dilakukan penangguhan penahanan.

Akibat kejadian tersebut, perusahaan dikabarkan mengalami kerugian materil yaitu kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela dan 100 daun pintu pecah. Meski Pemkab Bolmong dan PT Conch telah sepakat melakukan perdamaian, tapi Polda Sulut tetap mengusut kasus perusakan tersebut. (rhendi umar/endar yahya)

 

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado