Sugiyanto

Diperiksa KPK, Hakim PN Manado Akui Tak Temui MMS

PENGUSUTAN kasus dugaan suap yang menyeret Aditya Anugerah Moha (AAM) dan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono, terus digulir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Senin (23/10) kemarin, lembaga anti rasuah memanggil hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado Sugiyanto sebagai saksi perkara yang populer dengan sebutan ‘suap selamatkan ibu’.

Sugiyanto diperiksa untuk tersangka AAM. "Yang bersangkutan (Sugiyanto, red),  hari ini (kemarin, red) dipanggil sebagai saksi terkait tersangka AAM," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin kemarin

Febri kembali menegaskan kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Bolmong sebesar Rp 1,25 miliar, yang telah menyeret Marlina Moha Siahaan (MMS) sebagai terpidana, namun melakukan banding, telah disupervisi KPK sejak tahun 2014.

"Penanganan kasus TPAPD Kabupaten Bolaang Mongondow yang saat ini diduga ingin dipengaruhi dalam kasus suap terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado tersebut awalnya telah disupervisi KPK," bebernya lagi.

"Berkat kerja sama yang baik antara KPK dan Polri, sejumlah pihak dalam kasus ini sudah diproses ke pengadilan tipikor. Enam di antaranya sudah dijatuhi putusan Pengadilan Tipikor yang berkekuatan hukum tetap," timpalnya.

Sugiyanto sendiri ketika dimintai tanggapan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga terdakwa MMS. "Setahu saya tidak ada karena saya tidak mau ditemui dan mereka juga sudah tahu soal itu. Saya tidak menerima tamu yang berhubungan dengan perkara," ujar Sugiyanto di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin kemarin.

Menurut Sugiyanto, vonis 5 tahun penjara untuk Marlina Moha Siahaan terkait kasus korupsi APBD di Pengadilan Negeri Manado tidak ada kejanggalan. Putusan vonis tersebut diakui Sugiyanto bersih dari intervensi manapun. Bahkan tidak pertemuan hakim dengan pihak terdakwa. "Ditingkat pertama saya yang menangani. Oh tidak ada (pertemuan), saya jamin bersih tingkat pertama," ucap Sugiyanto. "Kalau tingkat pertama saya bertanggung jawab tidak ada kejangalan pertemuan lain tidak ada," tutup Sugiyanto.

Dalam kasus ini, KPK menangkap anggota DPR dari Fraksi Golkar Aditya Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono terkait dugaan suap.

Marlina Moha Siahaan divonis 5 tahun penjara oleh PN Manado terkait kasus korupsi APBD. Marlina adalah Bupati Bolaang Mongondow dua periode berturut-turut, yakni pada 2006-2011 dan 2011-2016.

Suap yang diberikan Aditya ke Sudiwardono dalam rangka menyelamatkan Marlina dengan dua tujuan. Pertama agar tidak dilakukan penahanan terhadap Marlina Moha dan untuk mempengaruhi putusan banding.

Dari operasi tangkap tangan pada Jumat (6/10), KPK mengamankan SGD 64 ribu. Namun diduga total commitment fee sebesar SGD 100 ribu dalam kasus ini. OTT dimulai saat penyerahan uang suap terjadi di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, dari Aditya kepada Sudiwardono. (dtc)


Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado