Suasana pembukaan diskusi.

Dirangkaikan HUT ke-1, ULUNI UI Gelar FGD

Manado, MS

Bicara Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pemenuhan tuntutan era global yang kompetitif di Generasi Millenia dewasa ini, maka sisi kualitas menjadi mengemuka dan utama. Makanya, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) UI Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Aula Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Rabu (14/2).

Organisasi yang diketuai alumnus Steven OE Kandouw mengangkat tema 'Membangun Sumber Daya Manusia Yang Berdaya Saing Menuju Sulut Hebat' 2021 dalam diskusi tersebut. Kandouw menjelaskan saat itu, tantangan dan peluang menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlangsung saat ini, maka pemerintah menetapkan Upah Minimun Provinsi (UMP) Sulut yang tinggi.

“Yang adalah nomor tiga tertinggi di Indonesia sesudah DKI Jakarta dan Papua, akan menarik dan menstimulus para Tenaga Kerja luar daerah yang punya keunggulan dan keahlian/skill yang berkompeten untuk datang dan bersaing dengan Tenaga Kerja Lokal," papar Wakil Gubernur (Wagub), seraya berharap dapat menghasilkan Rekomendasi dan masukan secara taktis dan strategis dan konperehensif dalam pemenuhan akan tersedianya SDM yang berdaya saing di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Prof Dr dr Grace Kandou Mkes sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menerangkan, Pendidikan di Unsrat sudah dilakukan yang terbaik. Namun dilihat dari daya saing, dengan lulusan dari luar masih menjadi tanggung jawab bersama. Contoh, Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat sudah 59 tahun, sekalipun akreditasi A namun uji kompetensi masih menjadi tantangan bagi FK.

"Contoh untuk fakultas kedokteran, ujian kompetensi sebelum mereka selesai dokter, kita ketahui untuk kelulusan itu memang masih dibawah 50 persen sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama," papar Wakil Ketua ILUNI UI Wilayah Sulut ini pada kesempatan presentasi.

Ia mengungkapkan, akreditasi A tidak menjadi ukuran kualitas baik. Ini tergantung diri sendiri bagaimana bisa berdaya saing. “Saya kira tetap menjadi diri kita sendiri, apapun fasilitas atau tekun yang kita buat, tatkala pentingnya bagaimana memotivasi supaya kita bisa punya daya jual dan bersaing dengan lulusan yang lain. Jangan takut dengan lulusan dari universitas ternama tetapi kalau kita punya kemampuan dan kita yakin, saya kira boleh bersaing. Ini jadi tantangan kita semua di Unsrat," tuturnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut), Soekowardoyo dalam paparannya mengulas tentang Perspektif Pertumbuhan Ekonomi Sulut dan Implikasinya. Di antaranya mengurai akan tren Inflasi Sulut yang sesuai catatan Bank Indonesia Sulut pada periode Januari 2018. Itu berada pada angka 0.49 % dan berada pada posisi terendah di Kawasan se-Sulawesi.

“Sementara untuk TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja), Provinsi Sulut cukup rendah akan Tingkat Pengangguran dalam beberapa tahun terakhir dan konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan Pengangguran skala Nasional," urainya.

Diskusi dan Dialog ini juga diwarnai dengan Perayaan HUT Ke-1, ILUNI UI Wilayah Sulut oleh segenap Alumnus sebagai wadah para Cendekiawan dan Komunitas Intelektual dalam perannya memberikan sumbangsi. Dalam rangka mewujudkan kemajuan dan kejayaan Provinsi Nyiur Melambai menuju cita-cita menjadikan Sulut Hebat. (sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.