Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair

Diteror ‘Geng Motor’, Warga Paslaten Langowan Resah

KENYAMANAN warga Desa Paslaten Kecamatan Langowan Barat (Labar), terusik. Belakangan, sekelompok pemuda lengkap dengan berbagai jenis senjata tajam (sajam) marak berkeliaran dengan sepeda motor.

Tak hanya lalu lalang, kelompok yang diduga geng motor dadakan itu, dilaporkan kerap melakukan keributan, melempar rumag warga serta menghadang warga dijalanan.

Malah kawanan pemuda dan remaja yang ditengarai berasal dari desa luar Paslaten itu, tak segan-segan untuk melukai serta melakukan tindak kekerasan.

Informasi yang dirangkum harian ini, tak sampai sebulan, sudah ada dua warga Paslaten yang dilaporkan kena tikaman sajam. Pertama di 15 Mei 2017 lalu dan Sabtu (27/5) Sabtu akhir pekan lalu.

Teranyar penghadangan yang diduga dilakukan kawanan yang sama pada Minggu (28/5), sekitar pukul 20.00 Wita, baru-baru ini. Seorang remaja asal Desa Paslaten yang baru selesai mengikuti kegiatan gerejawi dikabarkan nyaris dihakimi oleh kelompok tersebut.

Ia dihadang dengan senjata tajam saat hendak pulang rumah, usai menyaksikan Lomba Kesenian dalam rangka HUT GMIM Wilayah Langowan Empat yang dihelat di Gereja GMIM Sion Koyawas. Beruntung remaja itu berhasil kabur. “Anak saya bilangm, ia sempat dihadang sejumlah anak muda yang mengendarai sepeda motor. Mereka sempat menghunus sajam. Beruntung anak saya bisa lari menghindar,” keluh seorang janda yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.  “Mulai sekarang anak saya sudah tidak saya ijinkan lagi keluar malam, meski mau mengikuti kegiatan gerejawi. Takutnya dia jadi korban dari geng motor itu,” timpalnya.

Sontak, fenomena memiriskan itu menuai reaksi tajam dari berbagai elemen warga. Kesigapan dan kinerja aparat kepolisian ikut dipertanyakan. “Kejadian ini sudah berulang kali terjadi di Paslaten. Bahkan sudah ada korban penikaman. Tapi anehnya, masih saja terulang dan terulang,” sesal Jerry K, salah tokoh masyarakat Labar.

“Aksi seperti ini harusnya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Takutnya, aksi ini akan menyulut ke perkelahian antar kampung. Karena yang sering buat onar di Paslaten itu, warga dari desa luar,” sambung salah seorang pelayan khusus itu.

Aparat kepolisian dan pemerintah pun didesak segera bertindak. “ Aparat kepolisian mestinya harus intens melakukan patroli dan menindak tegas oknum-oknum pengendara motor yang sering buat keributan. Apalagi sudah membawa sajam. Itu jelas sangat meresahkan dan membahayakan nyawa orang lain,” tegasnya.

“Coba galakkan kembali razia sajam seperti dulu. Program polisi yang dulu itu sangat efektif. Karena yang kedapatan membawa sajam, langsung dimasukkan ke penjara selama 6 bulan. Itu pasti akan memberi efek jera bagi anak muda yang sering bawa sajam,” tandasnya.

Kapolsek Langowan, Iptu Ferdy Pelengkahu saat dikonfirmasi, Senin (29/5), sendiri mengklaim pihaknya rutin melakukan patroli. “Anggota saya rutin melakukan patroli setiap malam,” ujarnya.

Ia pun mengaku  belum mendengar ada geng motor yang dikabarkan sering mengganggu kenyamanan warga, khusunya di Paslaten Labar. "Belum ada laporan yang masuk soal ini (Geng motor, red). Tapi nanti kita selidiki,” janjinya.

Terkait soal korban penikaman atas Randy Kandores (19) Warga Desa Paslaten yang terjadi Sabtu (27/5) pukul 23.00 Wita, Pelengkahu mengaku pelaku penikaman masih belum diketahui identitasnya. “Masih sementara kita selidiki,” tutupnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair, ketika dikonfirmasi harian ini, Senin kemarin, langsung merespon dengan sigap. “Ya, saya sudah perintahkan untuk melakukan patroli di desa tersebut (Paslaten, red),” lugasnya.

Ia pun telah menginstruksikan kepada satuan reserse dan kriminal untuk memburu pelaku penikaman atas  korban Randy Kandores. “Tersangka sudah sementara dicari. Yang pasti segala bentuk tindakan yang meresahkan, mengganggu kamtibmas, apalagi melakukan tindak kekerasan akan kita tindak tegas,” kuncinya.

Diketahui, korban Randy Kandores, mengalami luka tikaman dibagian perut dan kini tengah menjalani perawatan insentif RSUP Kandou Manado.(jackson kewas)

Banner Media Sulut

Komentar