RAPI-API: Ketua WKI Sinode GMIM, Meita Gerungan-Walla SE MM, saat menyampaikan sambutannya di depan belasan ribu anggota WKI.(foto: rul)

‘Doa Adalah Kekuatan Wanita Kaum Ibu’

Dari HUT ke-80 WKI Sinode GMIM di Minsel

 

Laporan:

Rul Mantik

 

“Doa adalah kekuatan Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM. Dengan doa kita sanggup untuk melakukan banyak perkara besar. Ingat, bekerja dan berdoa pasti akan membawa hasil yang besar,” kata Meita Gerungan-Walla SE MM, Ketua Komisi Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM, dengan suara lantang. Kharismanya sebagai seorang pemimpin, memukau belasan ribu jemaat yang hadir dalam ibadah agung Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 WKI Sinode GMIM, di lapangan Desa Kawangkoan Bawah, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (17/11), akhir pekan lalu.

 

Isteri tercinta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Utara (Sulut), Hangky Gerungan ini menegaskan, motto Ora Et Labora harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh WKI. Bahkan, perkembangan zaman tidak harus menggerus kebiasaan perempuan untuk bekerja dan berdoa. “Jangan balas status dengan status di media sosial. Tapi, balaslah itu dengan doa. Ingat, ora et labora harus benar-benar kita laksanakan setiap hari,” timpal Meita, disambut aplaus belasan ribu jemaat, di tengah teriknya ‘sengatan’ matahari di siang itu.

Kehadiran Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam ibadah agung ini, membuat Meita kagum. Menurut dia, kehadiran seorang pejabat yang super sibuk, menunjukkan bahwa Gubernur Sulut benar-benar peduli dengan kegiatan WKI. “Saya tahu, sebagai pejabat, Pak Gubernur sangat sibuk. Namun, jika Pak Gubernur boleh hadir bersama-sama dengan kita pada hari ini, itu adalah bukti bahwa pemerintah peduli dengan kegiatan kerohanian. Pemerintah yang peduli adalah pemerintah yang takut Tuhan,” tegasnya.

Pemilihan penatua, syamas hingga pelayan Tuhan lainnya, juga mendapat perhatian Meita. Dia menyampaikan ucapan selamat bagi para pelayan gereja yang baru terpilih. “Salam hangat buat yang sudah dua periode. Mari kita semua bekerja dengan baik untuk Tuhan. Jangan memperhitungkannya. Sebab, setiap kerja keras kita pasti ada hasilnya,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutanya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh WKI Sinode GMIM. Menurut dia peran perempuan dan laki-laki dalam pelayanan maupun negara, tidak ada bedanya. “Di hadapan Allah perempuan itu sepadan dengan laki-laki. Presiden juga sangat menghormati peran perempuan,” tandas Olly.

Mengacu dari pernyataan Allah dan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah itu, Olly mengajak seluruh anggota WKI Sinode GMIM untuk berperan aktif dalam setiap program pemerintah. Sebab tidak ada batas antara perempuan dan laki-laki dalam perannya membangun bangsa. “Mulailah berperan lebih aktif dalam bekerjasama menyukseskan program pemerintah yang sementara dilaksanakan. Sebab, ada banyak program pemerintah yang membutuhkan kerjasama perempuan,” kata Olly.

Di akhir sambutanhya, Olly memberikan bantuan dana kepada panitia pelaksana HUT ke-80 WKI Sinode GMIM. Dana segar berjumlah Rp 100 juta itu diberikan kepada Ketua Panitia, disaksikan seluruh pengurus WKI. Bantuan itu seakan membakar semangat panitia yang terlihat mulai lelah. “Terima kasih banyak buat bapak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang telah memberikan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan panitia,” kata Pdt Lucky Tumbelaka, saat menyampaikan ucapan terima kasih panitia.

Usai ibadah, panitia mengundang Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar SH untuk foto bersama di depan kue HUT ke-80. Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi pelepasan burung merpati.

Wakil Bupati Minsel, Franky Wongkar SH, ikut menyupport kegiatan akbar itu. Suksesnya kegiatan tersebut kata dia, menunjukkan bahwa warga Minsel selalu siap dengan tugas pelayanan gereja. “Sudah beberapa acara besar sukses dilaksanakan di Kabupaten Minsel. Ini adalah bukti bahwa warga Minsel adalah pekerja keras, apalagi jika itu adalah pekerjan Tuhan. Mereka pasti berupaya untuk menyukseskannya,” kata Wongkar.

Dikatakannya pula, Pemerintah Kabupaten Minsel mendukung penuh kegiatan dari WKI GMIM. Koordinasi dengan pihak panitia kata dia, selalu dilakukan agar kegiatan itu bisa sukses. “Koordinasi dengan pemerintah itu pasti ada. Dan, Pemkab Minsel mendukung penuh pelaksanaan HUT WKI ke-80,” pungkasnya.

Rangkaian HUT ke-80 WKI Sinode GMIM, dimeriahkan oleh 8 kategori lomba. Lomba yang digelar di antaranya, Masamper dan bintang vokalia. Ratusan peserta ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. “Lomba yang dilaksanakan di beberapa lokasi, sangat menarik. Ribuan penonton memadati sejumlah lokasi lomba. Contohnya di gereja kami. Penonton yang datang untuk melihat lomba, sangat banyak. Panitia lokal hampir kewalahan mengatur penonton yang memadati halaman gereja dan gedung tempat pelaksanaan lomba,” kata Franky Lelengboto, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel, yang juga adalaha tuan rumah pelaksanaan lomba Masamper di GMIM Buyungon.(***)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado