DPRD REKOMENDASIKAN TUTUP CAFE GOOD DAY

Manado, MS

Kasus penikaman terhadap warga negara asing (WNA) asal Jerman di Good Day Cafe yang terletak di kawasan Marina, telah memunculkan polemik. Terjadi di luar jam operasional, manajemen Good Day Cafe mulai ‘diserang’.

Utamanya dari rumah rakyat di kompleks lapangan Sparta Tikala, Manado. Sejumlah legislator vokal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado mendesak agar pengoperasian Good Day Cafe ditutup.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Manado, Robert Tambuwun menegaskan, langkah penutupan merupakan tindakan yang dinilai strategis oleh pihak-pihak pemangku kebijakan di lingkup Pemkot Manado. Menurut dia, langkah keras ini harus didahului pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Mereka dianggap lalai melakukan pengawasan. Jadi, penutupan perlu dilakukan,” ketus politisi Partai Hanura, Selasa (18/4) kemarin.

Mengapa Satpol PP, karena menurut dia, pada Satpol PP melekat tugas mengawal Perda. Semestinya, ketika mengetahui jika waktu operasional ‘diabaikan’, tindakan pertama yakni langsung mendatangi manajemen cafe tersebut.

Hal senada diungkapkan personil Komisi A, Arthur Paath. Bagi dia, penutupan cafe sangat jelas. Karena,  ada aturan yang dilanggar. Misalnya, keamanan cafe yang diduga tidak mendapat pengawasan dan penjagaan ketat sehingga melampaui batas waktu operasional. Dia menuding kegiatan itu melawan Perda. Ujarnya yang juga politisi Hanura ini, jelas ada pengingkaran kesepakatan awal, sehingga rekomendasi penutupan merupakan vonis yang setimpal akibat kecerobohan manajemen.

Dia meminta pemerintah segera mengatur akan hal-hal yang dianggap merugikan warga ketika telah melangkahi norma-norma kesepakatan awal dengan pihak terkait. “Aturan itu harus diikuti oleh semua pihak yang berkaitan dengan dunia hiburan agar benar-benar menjamin keselamatan pengunjung,” tandasnya.

“Soal langkah pemanggilan, perlu tapi tetap tak bisa menghindari rekomendasi penutupannya. Dan kalau sudah ditutup perlu lebih jauh dilihat perizinan sampai masalah ini tuntas,” imbuhnya.

Anggota Komisi B, Lina Pusung mengaharapkan, instansi terkait dapat memberi antisipasi keamanan lebih tinggi supaya kedatangan pengunjung mendapat jaminan keamanan. Apalagi, tutur srikandi Golkar tersebut, Kota Manado sedang diperhadapkan dengan iven-iven bertaraf nasional dan internasional sehingga perlu diberi dorongan bagi para pelaku dunia hiburan mewaspadai aksi-aksi kriminalitas seperti itu. “Harus mengadakan sosialisasi termasuk pelatihan-pelatihan mengatur keselamatan perlu turut disematkan sampai rasa aman benar-benar tercipta,” tuturnya.

Perihal adanya penikaman tersebut, Pusung memberi dukungan penutupannya karena sudah tak mengindahkan Perda Kota Manado terkait hiburan malam. “Urusan ini ribet, apa lagi korbannya warga negara asing sehingga melarang operasional sangat wajar,” tandasnya. Sementara itu, Manajer Good Day Cafe, Hendra Gerung saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya dengan nomor 08129087xxxx tak berhasil dihubungi atau dalam keadaan tidak aktif. (devy kumaat)

Banner Media Sulut

Komentar