WASPADA. Hujan lebat yang mengguyur Kota Manado menyebabkan sejumlah wilayah terendam air.

Dua Jam Hujan, Manado Dikepung Banjir

Warga Kaget, tak Menduga Bencana Datang Tiba-tiba

 

Laporan ; Tim MEDIA SULUT

HUJAN lebat tiba-tiba saja mengguyur wilayah Kota Manado dan sekitarnya, Senin (29/3) kemarin. Hanya dalam 2 jam hujan, Kota Manado sudah dikepung bencana banjir. Warga panik dan berupaya menyelamatkan harta bendanya.

Banyak warga yang tak menduga Kota Manado akan diterjang banjir. Sebab, pagi sebelumnya, cuaca cukup cerah. Cahaya Matahari di pagi hari yang sempat menyinari bumi, dikira pertanda hari akan panas.

Sekira Pukul 11:00, langit di atas Kota Manado mulai berubah kelabu kehitam-hitaman. Pada Pukul 12:00, hujan mulai turun. Selama hampir 2 jam hujan lebat turun, tiba-tiba saja air sungak mulai naik.

Dari pantauan kemarin, banjir di dua lokasi, yakni Kelurahan Taas dan Kelurahan Tingkulu, terlihat cukup parah. Luapan air di dua sungai menenggelamkan rumah warga. "Lima dari enam lingkungan di Kelurahan kami, terendam banjir," aku Lady Tirajoh, warga Taas, kemarin.

Ratusan warga Taas berupaya mengeluarkan barang berharga dari dalam rumah mereka. Sayangnya, banyak yang tak lagi sempat mengeluarkan barang-barang berharganya, karena begitu cepat luapan air sungai mencapai pemukiman warga.

Menurut warga, banjir di Kelurahan Taas dinilai terparah dibandingkan dengan kejadian banjir sebelumnya. "Bahkan waktu banjir besar Kota Manado tidak seperti ini, jadi ini dapat dikatakan banjir terparah di Taas sejak 20 tahun terakhir," aku Semi.

Dia menambahkan banjir kali ini mengakibatkan banyak alat-alat elektronik rusak terendam air karena tidak sempat lagi diselamatkan karena banjir datang begitu cepat. "Alat-alat elektronik yang so nda sempat diselamatkan karna banjir cepat sekali datang,” katanya lagi.

Warga di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Bumi Nyiur, juga mengalami hal yang sama. Ratusan warga terlihat mengangkut barang-barang rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi. Kawasan ramai lalulintas itu, langsung macet. Sejumlah kendaraan yang masuk dari arah jalan ring road, tak lagi bisa meneruskan perjalanannya. "Ketinggian air di wilayah ini, hampir sama dengan banjir besar beberapa tahun silam. Anehnya, curah hujan hanya sekira dua jam saja," kata Jemmy Oroh.

Jalan raya di depan Kantor Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), di bilangan Lapangan Tikala, juga tak luput dari banjir. Jalan itu terpaksa harus ditutup sementara karena genangan air yang cukup tinggi. "Hanya mobil-mobil berbadan tinggi yang dapat melalui jalan ini. Mobil rendah harus berbalik arah mencari jalan lain," jelas Rommy Sahelangi, salah satu anggota Satpol PP Kota Manado.

Di sejumlah titik di Kota Manado kemarin, juga dikabarkab terkena banjir. Beruntung, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa.

Diketahui, selain beberapa tempat di Kota Manado yang tergenang, suasana serupa juga mendera rumah rakyat Kota Tinutuan. Sejumlah staf DPRD terlihat kerja keras untuk mengeluarkan air di dalam ruangan. Situasi ini dinilai menggangu aktivitas legislator dan staf sekretariat yang bertugas. “Mudah-mudahan di tahun 2018,  sudah ada tempat baru untuk Kantor DPRD. Namun, masih akan dibicarakan lebih lanjut sehingga realisasi tempat dan anggarannya sesuai,” ungkap Nortje van Bone, Ketua DPRD Manado, Senin (20/3).(*)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado