Sherly Kalangi

Dua Siswa SMAN 1 Manado Terancam Dikeluarkan

Gara-Gara Video Pamer Dada

Manado, MS

Dunia pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali tercoreng. Beredarnya video pendek di media sosial (medsos) yang menampilkan 2 siswi bergoyang vulgar jadi penyebab. Nada prihatin ikut mengalir dari para pendidik. Duo pelajar itu kans tersingkir.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 30 detik, menunjuk 2 remaja bergoyang masih memakai seragam, membuka kemeja putih dan dengan sengaja memperlihatkan bagian dada (payudara), meski terlihat masih memakai bra. Hasil penelusuran Media Sulut, diketahui kedua siswa itu tercacat bersekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Manado.

                                              

Kepala SMAN 1 Manado Sherly Kalangi ketika dikonfirmasi, meski tidak merinci identitas maupun kelas berapa, membenarkan bahwa keduanya merupakan siswanya. Ironisnya, dua siswi itu saat ini sedang mengikuti ujian kenaikan kelas. Kalangi menjelaskan, kejadiannya bukan di lingkungan sekolah. Tempatnya terjadi di rumah pada salah satu siswi yang kebetulan ada dalam video tersebut. Teranyar, kejadian ini belum lama terjadi atau direkam.

 

"Ketika mereka berdua pulang ke rumah dan merekam seperti yang ada dalam video itu lalu memposting di Instagram. Dari situlah video itu terus menyebar," katanya, kepada Media Sulut, (23/5) kemarin.

 

Akan hal itu, Kalangi memastikan tindakan tegas harus dilakukan pihak sekolah. Dirinya menyebut sanksi terberat disiapkan sekolah kepada kedua siswi tersebut.  Tindakan ini dipandang sudah bersifat pornografi. “Kita akan memanggil orang tua dan mengembalikan ke orang tua. Kembalikan ke orang tua bahwa siswi ini melanggar ketentuan berarti tidak layak berada di sekolah ini. Maka orang tua melakukan permohonan untuk pindah dan kita akan keluarkan surat pindah," ujarnya.

 

"Jika orang tua bersangkutan tidak mengajukan permohonan surat pindah, maka sekolah akan mengambil kebijakan dengan tetap mengeluarkan mereka dari sekolah ini. Itulah tindakan yang akan kita ambil, tetap kami dari sekolah akan ada pembinaan moral supaya harus dia sadar bahwa tindakan ini justru merugikan dia," ucapnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Grace Punuh, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA Arthur Tumipa menyatakan, aksi video yang viral itu diserahkan ke pihak sekolah untuk menindak.

 

"Siswi itu baik tercatat di SMAN 1 Manado atau SMA lainnya, yang pasti mereka terikat dengan tata tertib sekolah yang sudah ditandatangani oleh orang tua ketika anaknya masuk. Tentunya, sanksinya sekolah yang berlakukan itu," tandas Tumipa. (sonny dinar)


Komentar