Dugaan Korupsi Disnaker Bitung Bergulir di Pengadilan Tipikor

Manado, MS

Episode kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bitung, berlanjut. Bola panas korupsi padat karya yang menyeret oknum Kepala Disnakertrans (Kadisnaker) FRB alias Ferry ini, secara resmi dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sulut.

Humas Pengadilan Tipikor Sulut, Alfi Usup, ketika dikonfirmasi, membenarkan pelimpahan berkas tersebut. Dia pun menjelaskan, dalam waktu dekat persidangan ini akan segera dimulai. “Kami telah terima berkas korupsi Disnakertrans dari Kejari Bitung. Dalam waktu dekat, persidangan ini akan segera dimulai,” jelas Usup.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejari Bitung telah melakukan pemeriksaan marathon kepada FRB, yakni pada tanggal 11 Oktober 2016 sekitar pukul 11:00 Wita dan pada pukul 12:30 Wita. Saat itu, FRB langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Bitung.

FRB diduga menyelewengkan anggaran berbandrol Rp 1.271.336.000 dalam proyek tersebut. Proyek yang semestinya dikerjakan di Kelurahan Batu Putih Bawah Kecamatan Ranowulu, terindikasi tidak pernah dilaksanakan alias fiktif.

Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya diambil dari anggaran tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja RI untuk program penempatan dan perluasan kerja tahun 2015 sebesar Rp 1.271.33.000. Proyek ini terbagi dalam dua kegiatan, yakni padat karya infrastruktur sebesar Rp725.436.000 serta kegiatan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kerja mandiri untuk penciptaan wirausaha baru sebesar Rp486.400.000.

Pihak Kejari Bitung menjerat tersangka dengan pasal 2 ayat (1),   pasal 3 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (rhendi umar)

Banner Media Sulut

Komentar