Manado Town Square

Dugaan Korupsi IMB Mall, Apartemen dan Hotel Dikejar


Kejari Manado ‘Dihadang’ Gerak BPKP

 

Manado, MS

Korps Adhyaksa tegaskan komitmen menuntaskan proses penyidikan dugaan korupsi pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Mall, Apartemen, Hotel dan tempat usaha lain di Kota Manado. Namun, nada ‘keluh’ meletup. Langkah serius Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado itu masih terhambat.

Hal itu disebabkan lamanya hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Data penting tersebut tak kunjung disampaikan kepada Kejari Manado hingga saat ini. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado, Budi Panjaitan, lewat Kepala Seksi Pidana Khususnya Melly Suranta Ginting, ketika dikonfirmasi Selasa (22/8), di ruang kerjanya membenarkan pihaknya belum menerima hasil audit BPKP Sulawesi Utara. 

"Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP. Proses lanjutnya dari perkara ini memang harus tunggu auditnya," jelasnya. 

Asumsi positif mengalir. Lamanya proses audit BPKP, dimungkinkan karena banyak hasil audit yang ditangani.

“Kemungkinan banyak mereka audit, jadi kita bersabarlah. Tetap pasti auditnya akan turun," ungkapnya. 

Ginting pun memastikan bahwa proses hukum ini akan tetap berjalan. "Sampai saat ini tetap berlanjut. Dan kita komitmen untuk menyelesaikanya," tandas Jaksa sarat prestasi ini. 

Diketahui, langkah penyidik Kejari Manado mengusut kasus IMB ini telah menggema sejak tahun 2016 lalu. Sudah ada beberapa oknum yang diperiksa, guna mengusut indikasi korupsi yang bersembunyi di balik pengurusan IMB di Distakot Manado. Pasalnya, telah terungkap beberapa modus, di antaranya adanya memanipulasi data yang diduga berdampak pada kerugian negara.

Penyidik juga telah menemukan beberapa kejanggalan seperti penetapan klasifikasi. Dalam hal ini, terkuak kalau pembangunan mall tiga lantai dengan pembangunan klasifikasi D dan biaya harus dibayar Rp13 ribu/M2, justru dihitung masuk dalam klasifikasi C.

Diketahui juga, beberapa oknum yang sempat diperiksa penyidik, yakni BJM alias Mailangkay, SS alias Susi (Bagian pengurusan Izin PT Haluan Jaya Mantos), HVRT alias Har (Kepala Bagian Perizinan Terpadu Manado), NT alias Nur (Kepala Bidang di Distakot Manado), serta dua orang kontraktor. (rhendi umar)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado