Ollyvia Lumi (Ist)

Dugaan Pungli SMAN 1 Amurang Disorot

Siswa Dibebankan Uang Seragam Rp350 Ribu

 

Amurang, MS
Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Amurang, disorot. Pasalnya, ada laporan orang tua murid yang mengatakan ada dugaan praktek pungutan liar di sekolah tersebut. "Waktu saya mendaftar, panitia meminta uang partisipasi 100 ribu rupiah," aku salah satu orang tua murid.
Tidak hanya satu saja yang mengalami hal yang sama, namun beberapa orang tua murid mengaku, juga mengalami hal seperti itu. Bahkan, orang tua murid yang telah memberikan uang pendaftaran, namun anaknya tidak lulus tes. "Torang kasiang so kase doi, mar kita pe anak nda lulus," aku orang tua murid yang meminta namanya tidak dikorankan.
Kepala Sekolah SMA N Amurang, Aramis Lombone ketika dikonfirmasi, membantah tudingan itu. "Tidak ada pungli di sekolah kami. Malah, untuk mengantisipasinya, saya sudah menuliskan di papan pengumumam bahwa pendaftaran siswa baru tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun," tegas Lombone.
Bahkan, setelah mendapatkan informasi itu, dia mengumpulkan semua anggota panitia dan menanyakan satu per satu soal laporan tersebut. "Semua panitia mengaku tidak ada pungutan. Dan saat orang tu murid terkumpul, saya pun menanyakan hal yang sama, dan mereka mengatakan tidak ada pungutan," paparnya. 
Dia menduga ada oknum panitia yang terlanjur meminta partisipasi kepada orang tua murid yang mendaftar. "Jika oknum itu diketahui, saya tidakl akan lagi memakai dia untuk menjadi panitia pendaftaran di tahun depan," timpalnya.
Namun, soal uang seragam, Lombone tidak membantahnya. Menurut pengakuan Lombone, mereka hanya memfasilitasi orang tua murid untuk mendapatkan seragam sekolah. "Uang seragam itu untuk membeli batik bercap sekolah. Ada juga kaos olahraga, sabuk, lokasi dan kaos kaki," akunya
Ketika ditanya apakah selisih dari uang belanja yang disetor 350 siswa itu untuk kas sekolah, Lombone membantahnya. "Tidak ada uang selisih. Uang itu pas untuk membeli perlengkapan sekolah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minsel, Ollyvia Lumi SSTP melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengan, Fien Runtuwene mengatakan, sekolah negeri tidak diperbolehkan melakukan pungutan. Bahkan, untuk uang seragampun tidak diperbolehkan. "Kami sudah menyampaikan larangan kepada semua sekolah negeri, bahwa tidk boleh ada pungutan, termasuk uang pendftaran dan uang seragam. Kalau mereka melakukannya, itu tanggungjawabnya sendiri," tegas Runtuwene.(rul mantik)

Banner Media Sulut

Komentar