Ketua DPD II PG Minsel menyalami tim sukses Gaghana dan pengurus Partai Golkar Sangihe, saat tiba di Bandara Naha, Kabupaten Sangihe, kemarin.(foto: rul)


Dukung Gaghana, Tetty Carter Pesawat ke Tahuna

Sempat "Dihalangi" Keberangkatan

 

Langit wilayah Naha dan Tahuna, Kabupaten Sangihe, Kamis (9/2) kemarin, cerah. Cuaca yang sangat bersahabat dengan dunia penerbangan, memuluskan pendaratan pesawat Wings Air berkapasitas 70 penumpang. Tepuk tangan sekira 60 orang pengurus Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan, membahana di dalam tubuh pesawat.

Christiany Eugenia Paruntu, melangkah mantap di Bandar Udara (Bandara) Naha, Kabupaten Sangihe, kemarin. Dia dan rombongan, dijemput pengurus Partai Golkar Sangihe, tim sukses Gahago, dan tokoh muslim yang cukup dikenal di Tahuna.

Kedatangan Tetty dan rombongan dengan menggunakan pesawat carteran, menarik perhatian ribuan warga Sangihe. Di sepanjang jalan dari Bandara Naha ke Tahuna, Tetty disambut bak Ratu. "Selamat datang ibu CEP. Kami dua!" teriak warga Sangihe. CEP adalah singkatan dari Christiany Eugenia Paruntu.

Saat tiba di Lapangan sepak bola Tahuna, Tetty kembali mendapatkan sambutan hangat ribuan pendukung Calon Bupati Sangihe, Jabes Gaghana. "Dua.... dua..," ajak warga yang meminta Tetty untuk mendukung Calon yang memiliki Nomor Urut 2, Jabes Gaghana.

Nama Tetty pun makin mentereng di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Sangihe.

Yang membuat warga Sangihe "jatuh hati', adalah sikap Tetty yang dinilai sangat menghargai warga Sangihe. Saat akan memberikan dukungan kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Sangihe usungan Partai Golkar, Tetty rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa pesawat terbang. "Benar-benar luar biasa. Untuk memberikan dukungan kepada calon bupati kami, inu Tetty harus mencarter pesawat terbang pulang pergi," aku pria paroh baya yang mengaku bernama Imanuel Tumbage.

Diakui Tumbage, jarang sekali seorang politisi datang ke daerah mereka dengan mencarter pesawat terbang. "Kami salut dengan ibu Tetty yang peduli dengan daerah kami. Ingin sekali kami mendukung ibu Tetty menjadi Gubernur Sulut Tahun 2021 mendatang," ungkapnya.

Di Bandara Sam Ratulangi Manado, keberangkatan Tetty dan rombongan nyaris gagal. Pasalnya, otoritas bandara tidak mengijinkan pesawat yang dicarter Tetty untuk terbang ke Bandara Naha. Sempat terjadi protes dari pengurus PG Minsel karena insiden itu. "Informasi yang kami terima, pihak Perhubungan pusat belum mengeluarkan izin terbang. Sedangkan alasan lain yang disampaikan petugas Bandara Sam Ratulangi, petugas Bandara Naha belum mengeluarkan izin untuk mendarat," kata Freddy Rawis, Sekretaris DPD II PG Minahasa Selatan.

Izin terbang baru bisa diperoleh pada pukul 14:00 Wita. Itupun setelah rombongan sudah menunggu sejak pukul 11.00 wita. "Ini benar-benar kejadian luar biasa! Menurut saya, kejadian ini sangat kental dengan persaingan politik. Kemungkinan ada orang yang tidak menginginkan kehadiran ibu Tetty di Tahuna," ujar Rawis.(rul mantik)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors