Elly Lasut-Moktar Parapaga dan Sri Wahyumi Manalip-Gunawan Talenggoran

E2L-MANTAP ‘ANCAM’ SWM-MENAWAN

Melonguane, MS

Konstelasi politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Talaud kian meninggi. Manuver demi manuver terus diperagakan bakal calon bupati dan wakil bupati. Teranyar, menyeruak kabar Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Moktar Arunde Parapaga (Mantap) siap berduet menghadapi lawan di arena perebutan siggasana tertinggi di Bumi Porodisa. Kencang berhembus, partai Gerindra dan Nasdem kans jadi kendaraan.

Mengalir deras informasi dari rumah ‘garuda emas’, E2L-Mantap tengah dielus untuk jadi jagoan dalam pesta demokrasi Talaud 2018 mendatang.

"Sikap partai Gerindra, yah memang akan mengusung Pak Elly dan Pak Moktar. Mereka akan berpasangan dalam Pilkada di Kabupaten Talaud," ungkap sumber resmi dari partai Gerindra kepada Media Sulut, Minggu (3/12).

Arus dukungan tak hanya mengalir dari Gerindra. Signal positif ikut meletup dari parta Nasional Demokrat. Sumber mengungkapkan, partai Nasdem dipastikan akan bersama Gerindra untuk mengusung E2L-Mantap.

"Sikap kedua partai ini bulat, mendukung E2L-Mantap di Pilkada 2018 mendatang," bebernya.

Kabar itu tak ditampik tim pemenangan E2L-Mantap. Rencana kini tengah dimatangkan untuk memuluskan proses pencalonan jagoan mereka oleh parpol-parpol tersebut.

“Direncanakan ada dua partai yang mengusung E2L-Mantap untuk bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang. Partai Gerindra dan Nasdem,” aku tim E2L-Mantap, Andy Jasman, Senin (4/12) kemarin.

Tak berhenti sampai di situ, manuver untuk memikat sejumlah parpol terus dimainkan militan eks penguasa Bumi Porodisa itu. Lobi-lobi kini intens dilakukan demi meraup dukungan parpol lain.

"Jadi, di samping itu masih ada komunikasi politik yang dilakukan E2L-Mantap terhadap beberapa partai pengusung lainnya," sebutnya.

Karena itu, Jasman mengingatkan kepada pendukung E2L-Mantap untuk merapatkan barisan agar tetap solid sambil menghimbau para simpatisan E2L untuk dapat menepis semua isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat yang menyasar calon usungan meraka.

 

SWM-MENAWAN PASTIKAN LANGKAH DI JALUR PERSEORANGAN

Tekad Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) untuk tetap memegang tampuk kepemimpinan Kabupaten Talud ditegaskan. Langkah pasti dikayuh sang petahana untuk maju ke pentas pertarungan melalui jalur perseorangan, Rabu (29/11) pekan lalu.

Dengan menggandeng Gunawan Talenggoran (Menawan), mereka mendaftar sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Talaud. Ribuan simpatisan ikut mengawal pendaftaran pasangan SWM-Menawan di kantor penyelenggara Pilkada.

Kedatangan mereka diterima langsung lima Komisioner KPUD, Ketua Velma Sumee, Anggota Rahma Zakawerus, Alex Suruh, Kader Talenggoran, Mexny Tamaroba dan Sekretaris KPUD Nelwan Maloring.

Dalam keterangan persnya, SWM menegaskan, tekadnya maju sebagai bakal calon bupati, bertujuan untuk membangun Kabupaten Talaud menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dipilihnya jalur perseorangan karena dia mau menghargai dukungan puluhan ribu warga.

"Yang menjadi tujuan utama kenapa sampai saat ini memilih jalur perseorangan, karena saya menghargai semua dukungan yang telah diberikan masyarakat Kabupaten Talaud, dimana dukungan yang diberikan kurang lebih 27 ribu tanda tangan dan KTP (kartu tanda penduduk)," terang SWM.

Politisi perempuan Talaud ini mengungapkan, sebagai syarat dukungan, sekira 22.800 KTP dimasukan di KPUD. Dia pun mengimbau kepada masyarakat, saat menghadapi pesta demokrasi di tahun 2018 nanti, bisa menangkal isu-isu yang tidak benar.

"Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak menanggapi isu-isu yang memecah belah. Itu semua hoax dan tidak ada gunanya. Kalaupun benar, harus dibuktikan," harapnya. 

Dikatakannya juga, dengan berpasangannya SWM-Menawan, ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, ke depannya akan semakin ditekan sehingga Talaud akan lebih baik.

"Semakin pasti, di bawah kepemimpinan SWM-Menawan pasti akan sejahtera," kunci Manalip. 

Optimisme ikut membuncah dari tubuh tim pemenangan SWM-Menawan. Diyakini, jalur independen adalah pilihat tepat untuk membawa SWM-Menawan meraih kemenangan di pentas Pilkada 2018 nanti.

“Pilihan politik yang diambil oleh SWM-Menawan adalah pilihan yang tepat dan strategis untuk bagaimana manarik simpatik masyarakat. Fakta terbukti bahwa kemarin dalam memasukkan syarat dukungan, ribuan massa luar biasa ikut. Mereka hadir membuktikan diri sebagai pendukung sejati SWM-Menawan,” kata tim pemenangan SWM-Menawan, Nelson Entiman, Senin (4/12).

Massa rill yang mengantar dua petarung mereka ke KPUD diyakini merupakan gambaran kemenangan.

“Jadi fakta itu menyatakan bahwa putusan politik melalui jalur independen dari pasangan calon SWM-Menawan sudah sangat meyakinkan. Artinya, pilkada 2018 itu sudah ada bayangan dimana pemenangnya adalah SWM-Menawan,” tuturnya dengan nada optimis.

 

E2L LAWAN SEIMBANG SANG PETAHANA

Figur Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Moktar Arunde Parapaga (Mantap) sangat populis. Keduanya dikenal akrab kalangan masyarakat Talaud. Fakta ini jelas menjadi ancaman serius bagi sang petahana, SWM.

Pendapat itu keluar dari tokoh muda Talaud, Darwis Melale. Ia menganalisa, Pilkada 2018 bakal seru. Apalagi jika pesta demokrasi lima tahunan itu menampilkan SWM yang saat ini merupakan Bupati Talaud versus mantan Bupati Talaud dua periode, E2L.

"Dipastikan bakal seru bila kedua figur ini bersaing dalam Pilkada 2018 nanti. Ketokohan E2L dan pernah menjadi bupati Talaud periode sebelumnya tentunya ini akan menjadikan pilkada Talaud makin berwarna,” nilai Melale.

SWM sendiri bukan calon sembarangan. ‘Investasi’ bagi masyarakat Talaud selama lima tahun berjalan merupakan model penting yang kini digenggamnya.

“Lawan tangguh E2L jelas petahana SWM. Ia sudah banyak berbuat untuk Talaud. Ditambah lagi harapan masyarakat yang merindukan SWM memimpin dua periode sangat kuat. Intinya kita lihat saja ke depannya seperti apa konstelasi politik di Bumi Porodisa. Pasti menarik untuk disaksikan," tandas Melale.

 

PILKADA TALAUD 2018, PARPOL WAJIB BERKOALISI

Perebutan singgasana tertinggi di Bumi Porodisa dipastikan sengit. Kendati Pilkada Kabupaten Talaud baru akan dilaksanakan pada tahun 2018, pertarungan sudah mulai terlihat seru.

Menariknya dalam Pilkada mendatang, partai politik di DPRD Talaud wajib berkoalisi. Itu artinya dari partai-partai yang ada di DPRD tidak bisa mengusung tunggal pasangan calon dari satu partai.

Komisioner KPUD Talaud, Rahma Zakhawerus mengatakan, partai politik di DPRD Talaud wajib berkoalisi jika hendak mengusung pasangan calon. Hal tersebut mengacu pada Undang-undang nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Persyaratan undang-undang itu 20 persen dari kursi DPRD atau 25 persen suara sah pada pileg.

"Jumlah kursi di DPRD Talaud 20 kursi. Dengan demikian parpol minimal memiliki empat kursi untuk bisa mengusung pasang calon bupati dan wakil bupati," terang Zakhawerus.

Zakhawerus melanjutkan, untuk Kabupaten Talaud tak ada satu pun parpol yang berhasil memperoleh 4 kursi pada Pileg 2014 lalu. Kursi di DPRD Talaud tercatat, Golkar 3 kursi, PDI-P 3 kursi, Demokrat 3 kursi, Gerindra 3 kursi, Nasdem 2 kursi, PAN 2 kursi, Hanura 2 kursi dan PKPI 2 kursi.

"Jika melihat komposisi di DPRD, posisi parpol sama. Bisa berkoalisi dari partai manapun untuk mengusung pasangan calon," jelas Zakhawerus. (jos tumimbang)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado