Eks Kadispora Talaud Divonis 4 Tahun Bui, Pengacara Cap Tak Adil

Manado, MS

Kasus dugaan korupsi Tunjangan Profesi Guru (TPG) di lingkup Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kepulauan Talaud yang menyeret MT alias Matius sebagai terdakwa, capai titik klimaks. Mantan Kepala Dispora Talaud itu, resmi divonis bersalah oleh majelis hakim.

Matius dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan TPG Triwulan IV tahun 2014 yang merugikan uang negara sekitar Rp900 juta rupiah. Terdakwa pun dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Putusan yang menyayat hati salah satu birokrat Talaud itu, dibacakan Ketua Majelis Hakim,  Arkan dalam sidang putusan perkara TPG di Dispora Talaud tahun 2014 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Manado, Rabu (14/6) kemarin.

"Menyatakan terdakwa (MT, red), terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan Pidana selama 4 tahun penjara dengan denda 200 juta subsidaer 3 bulan penjara," lugas Hakim Arkanu yang didampingi hakim anggota Wenny Nanda dan Emma Ellyani.

Mendengar putusan hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Tulus Sianturi menyatakan menerima dengan keputusan tersebut. Sebab putusan hakim tak jauh berbeda dengan tuntutan yang dilayangkan JPU.

Sikap berbeda diambil Mardianto Bungango, pengacara dari Matius. Kuasa hukum terpidana itu, menyatakan masih akan pikir-pikir dengan vonis hakim terhadap kliennya. "Majelis hakim, setelah kami mendengar putusan tersebut. Kami dari tim pengacara masih pikir-pikir," singkat Bungango. Setelah mendengar penjelasan kedua belah pihak, baik dari JPU dan kuasa hukum terpidana, majelis hakim langsung menutup jalannya persidangan.

Sementara, pihak pengacara terpidana yang dimintai tanggapan usai sidang, mengklaim putusan hakim terhadap kliennya dinilai belum memenuhi rasa keadilan.

"Hasil persidangan ini terkesan tidak memenuhi rasa keadilan. Karena dijelaskan bahwa klien kami terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama. Kalau begitu tingkatan PPK dan bendahara Umum Daerah Harus dihukum, karena ini rangkaian sistem," sembur Bungango.

Ia juga menyinggung soal Kejaksaan Negeri Talaud yang dianggap tebang pilih untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. "Di persidangan tadi, ada disebut nama Iman Manompode, dan Susiana Lawandatu. Kalau begitu, Kejaksaan harus juga menetapkan mereka sebagai tersangka. Jangan tebang pilih," lugasnya.

Diketahui, putusan hakim persidangan ini tidak berbeda jauh dengan tuntutan yang dilayangkan JPU. Pada sidang sebelumnya JPU mengajukan tuntutan hukuman 5 tahun penjara, denda 200 Juta subsidaer 6 bulan penjara.

Dalam perkara ini ML tak sendiri. Sudah ada tiga terdakwa yang telah berproses di PN Manado, yakni Terdakwa Alfrince Sarinda, Terdakwa Frebi Aomo dan Terdakwa Yorim Yonathan Ailat. Keterlibatan keempat oknum ini dibongkar oleh penyidik Kejari Melonguane, berawal dari munculnya dugaan penyimpangan dana TPG yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Dan setelah melewati proses penyelidikan dan penyidikan diperoleh fakta  adanya kerugian Negara/Daerah sebesar Rp900 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dan dari Rp900 juta, pihak Inspektorat Pemkab Talaud telah melakukan penyitaan dana sebesar Rp73 juta. Alhasil, mereka pun kini harus mempertanggung-jawabkan perbuatan itu di kursi pesakitan.(rhendi Umar)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado