Terdakwa Elza saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa

Eks Kasipidum Kejari Manado Kans Tersangka

Manado, MS

Pengusutan kasus dugaan penyimpangan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2013 hingga 2015 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, memasuki babak baru. Perkara yang telah menghentar EKP sebagai terdakwa, kans menyeret tersangka baru.

Nama eks Kepala seksi pidana umum (Kasipidum) Kejari Manado, Meydana Muhamad, ikut terserempet. Memet sapaan akrab Meydana disebut-sebut ikut menikmati uang ‘haram’ tersebut.

Fakta mengejutkan itu tersaji dalam sidang pemeriksaan terdakwa Elza, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Manado Kamis (8/6) kemarin.  Dalam kicauannya, Elza mengaku Meydana juga turut serta mengecap dana PNBP tersebut.

Elza sendiri mengakui dirinya telah menggerogoti dana PNBP berupa uang tilang, uang pengganti dan sebagainya. Aksi itu disebut, diketahui Memet. Namun tindakan menyalahi aturan yang dilakukannya itu, bukannya dilaporkan Memet ke atasan, tapi malah minta jatah.

Itu pun disertai dengan ancaman. Memet pun meminta bagian Rp300 juta.  “Mana uang Rp300 juta, kasih  kemari aja itu. Kan ini sudah selesai diaudit 2013. Kan sudah selesai pemeriksaan BPK jadi sudah tidak diperiksa lagi,” ungkap terdakwa, mencoba menirukan kembali kata-kata Memet saat coba menguras sebagian uang PNBP dari tangan terdakwa.

Bahkan, diungkap terdakwa, aksi meminta jatah yang dilakukan Memet tetap berlanjut hingga  atasannya itu bertugas di Kejati Sulut.  Lagi-lagi sertai dengan ancaman. “Kalau  tidak kasih, saya akan lapor ke atasan bila dana itu telah kamu pakai,” sebut terdakwa lagi, mengutip kembali kata-kata yang sempat dilontarkan Memet kepada dirinya.

Modus Memet mengambil uang kepada terdakwa itu lewat sopir pribadinya. “Ibu Memet tidak ambil sendiri. Tapia da sopir yang menjemput uang itu. Sopir yang ditugaskan pun ganti-ganti atau bukan orang yang sama,” ungkapnya lagi.

Hakim pun lantas menanyakan kepada terdakwa berapa jumlah uang yang sebenarnya dirinya nikmati. Terdakwa pun menjawab tidak sampai Rp100 Juta. “Tidak sampai 100 juta pak hakim. Karena yang lain diserahkan kepada Ibu Memet,” tandasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, Majelis Hakim menunda kembali jalannya persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan. “Terdakwa selama masih ada keterangan terbaru dipersilahkan disampaikan pada sidang mendatang. Agenda tuntutan kita akan tunda,” tutup majelis Hakim..

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Elza terseret hingga ke meja hijau, karena dituding telah melakukan aksi korupsi pengelolaan dana PNBP di Kejari Manado, sewaktu terdakwa menjabat sebagai Bendahara Penerima.

Menurut dakwaan JPU, modus yang digunakan terdakwa yakni merubah nominal digit saat melaporkan uang PNBP. Dan dari hasil pemeriksaan, terkuak bahwa awal mulai terdakwa menjalankan aksinya, yakni sekitar Desember 2013. Dimana, berupa uang pengganti sebesar Rp300 juta, hanya disetorkan terdakwa ke kas Negara sebesar Rp300 ribu.

Bukan sampai di situ, terdakwa malah terus melakukan aksinya hingga 2015 dan membuat Negara harus mengalami kerugian mencapai angka Rp1,5 miliar lebih. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, terdakwa pun dikenakan pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana. (rhendi umar)

 

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.