Eks Pegawai Kejari Manado Divonis


PERJALANAN kasus korupsi di Kejaksan Negeri (Kejari) Manado, akhirnya mencapai titik puncak. Terdakwa EKP alias Elsa, mantan pegawai Kejari, resmi menerima vonis dari Majelis Hakim yang dipimpin Alfi Usup, Senin (21/08) kemarin.

Dalam amar putusan, Elza terbukti bersalah melakukan korupsi,  dan dia dibnis 1,4 tahun penjara disertai denda Rp60 juta subsidair 3 bulan. Bahkan, Hakim turut membebankan uang pengganti Rp. 489.067.600 kepada Elza. Parahnya,  jika  Ia tak mampu mengganti uang tersebut, penjara selama 3 bulan terancam bertambah dalam hukuman yang akan dijalaninya.

"Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dalam pasal 3 juncto pasal 18 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana," jelas Usup, didampingi Hakim Anggota Vincentsius Banar dan Wenny Nanda.

Putusan itu berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, Elza dituntut hukuman lebih rendah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Sulung. JPU menuntunya dengan kurungan penjara selama 1 tahun dikurangi masa tahanan.

Mendengar amar putusan tersebut, Elza mengungkapkan menerima putusan tersebut. "Terima kasih yang mulia (majelis hakim, red), putusan itu saya terima," katanya.

Sedangkan dari JPU juga menyatakan sikap menerima. "Terima yang mulia," tandas JPU.

Diketahui sebelumnya,  Elza yang diketahui Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejari Manado, melakukan korupsi sejak 2013 hingga 2015. Pria ini terseret ke meja hijau atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kejari Manado.

Saat melakukan aksinya, terdakwa waktu itu memangku jabatan Bendahara Penerima Kejari Manado. Modus yang dilakukan terdakwa, yakni mengubah nominal digit saat melaporkan uang PNBP, baik itu uang PNBP berupa tilang, uang pengganti dan sebagainya. Sesuai perhitungan auditor ahli auditor Kejaksaan Tinggi Sulut, Total kerugian negara mencapai Rp 1.599. 067.600. (rhendi umar)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado