Kegiatan ‘Selaksa Merah Putih Untuk Bela Negara’ yang diikuti ribuan masyarakat Tomohon yang diikuti ribuan masyarakat Tomohon, belum lama.

EMAN: WASPADAI ‘DEVIDE ET IMPERA’

Kerukunan Tomohon Untuk Sulut dan Indonesia

 

Tomohon, MS

Aksi solidaritas untuk keadilan yang mewabah di seluruh penjuru negeri, diharapkan menjaga nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. Momentum itu wajib memperkuat komitmen anak bangsa untuk lebih memperkuat spirit bela negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, belum lama. Menurut Eman, salah satu jurus mempertahankan stabilitas keamanan baik nasional maupun daerah, dengan meningkatkan rasa toleransi dan kerukunan. Seperti yang dilakukan hingga saat ini di Kota Tomohon. “Nilai-nilai kerukunan dan toleransi memperkuat semangat nasionalisme dan kebangsaan. Sebagai pemerintah, wajib untuk terus mensosialisasikan hal itu di masyarakat,” terang salah satu penjaga kerukunan di Indonesia itu.

Tekad ini, menurut dia, sejalan dengan berbagai kegiatan yang telah dihelat pemerintah dan masyarakat di Kota Sejuk. Sebut saja aksi bela negara bertajuk ‘Selaksa Merah Putih Untuk Bela Negara’ yang diikuti ribuan masyarakat Tomohon, beberapa waktu yang lalu. “Kegiatan itu kembali menjadi ajang refleksi kami sebagai pemerintah dan masyarakat, untuk terus berkomitmen menjaga kedaulatan NKRI dari setiap upaya pecah bela oknum-oknum yang tidak ingin Indonesia rukun dan damai. Momentum itu merupakan wujud keteguhan kami sebagai pemerintah dan masyarakat untuk menguatkan fondasi merawat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI,” sebut Walikota.

Bagi masyarakat Tomohon, Eman berpesan untuk tidak terprovokasi dengan upaya-upaya intoleran dan radikalisme yang dapat merusak keutuhan bersama sebagai anak bangsa. “Hindari aksi-aksi radikal yang bisa menyinggung kebersamaan kita. Perkuat semangat Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu, kita akan hidup rukun dan damai,” kunci Eman.

TOMOHON UNTUK INDONESIA, NKRI HARGA MATI

Semangat ‘Aku Indonesia’ menghentar ribuan rakyat Kota Tomohon antusias mengibarkan bendera merah putih. Ruas jalan utama Kota Tangguh, Jumat lalu, menjadi berwarna. Sebuah refleksi cinta tanah air bertajuk ‘Selaksa Merah Putih Untuk Bela Negara, NKRI Harga Mati’, sukses menggemparkan dataran sejuk di Kaki Gunung Lokon dan Mahawu.

Aksi bela negara yang  mengambil start dari kompleks pusat Kota Tomohon dan finish di SMU Lokon Tomohon ini, diperkirakan diikuti sekira 5 ribu peserta. Berbagai komponen masyarakat memadati kawasan pusat kota dengan membawa bendera merah putih serta atribut kebangsaan, sambil menyanyikan yel-yel aksi bela negara.

Diakui, kegiatan itu merupakan respon dari rakyat Kota Tomohon yang menyatakan cinta kepada NKRI yang bersifat final dan sudah menjadi harga mati. "Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan semangat kebangsaan agar nilai-nilai nasionalisme yang terus berkobar bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon,” aku Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak dan Wakil Walikota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan, di sela-sela kegiatan.

Menurut Eman, ungkapan bela negara yang digelorakan secara nasional merupakan hal penting dalam memperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai bagian dari Indonesia. “Bagaimana kita membela NKRI yang berdasarkan Pancasila. Karena jikalau bukan kita, lalu siapa lagi,” tandas Eman sembari memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan, Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM Pnt Toar Pangkey, ST MT dipercayakan membacakan deklarasi masyarakat Kota Tomohon. Deklarasi itu ditandatangani Wawali Tomohon bersama perwakilan unsur TNI, Polri, tokoh agama dan masyarakat, siswa serta masyarakat umum. Bunyi deklarasi, yaitu siap membela dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal Ika dan NKRI, cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa dan negara, mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi NKRI, mengamalkan nilai-nilai keluhuran, budaya dan filosofi si tou timou tumou tou, serta menolak keras paham radikalisme, fanatisme, sara, kekerasan, intoleransi Pancasila, ketidakadilan dan segala bentuk korupsi kolusi dan nepotisme.

Sebelumnya, Walikota Tomohon juga telah menandatangani deklarasi dalam kegiatan aksi bela negara di Manado yang dibuka oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu, tanggal 3 Mei 2017 lalu.(victor rempas)

Banner Media Sulut

Komentar