Foto 1 : Inggrid Giroth Foto 2 : Ivonne Andries Foto 3 : Imelda Novita Rewah Foto 4 : Robby Longkutoy


Empat Figur Langowan Kans ke Arena Pilkada

Langowan, MS

Semarak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa mulai merambah pelosok daerah, tak terkecuali di wilayah Langowan. Sederet figur potensial mencuat, membuat tensi politik di kota seribu gereja ini naik signifikan. Nama yang cukup familiar seperti Inggrid Giroth, Ivonne Andries, Imelda Novita Rewah dan Robby Longkutoy kian mengkristal. Empat figur ini dinilai punya peluang besar menuju arena Pilkada yang sesuai jadwal digelar Juni 2018 mendatang.

Mencuatnya sejumlah figur asal Langowan ini membawa pengaruh besar bahkan ikut menggoyang konstelasi politik di kancah pesta demokrasi Minahasa. Tak hanya sebagai salah satu wilayah penyumbang suara yang dominan di Tanah Toar Lumimuut, pengaruh orang Langowan dalam arus politik di Minahasa memang terbilang kuat. Buktinya, di kancah perpolitikan Minahasa, banyak figur asal Langowan diboyong para elit untuk terjun dalam dunia politik.

Kesiapan empat figur ini untuk maju dalam Pilkada memang mulai nampak jelas. Bahkan beberapa diantaranya eksis bersosialisasi dengan masyarakat, seperti pemasangan baliho hingga bertatap langsung dengan masyarakat.

Pengamat politik dan pemerintahan, Rafdy Sumolang menilai, mencuatnya sederet figur asal Langowan sebagai calon kandidat akan semakin menggairahkan suasana politik jelang Pilkada Minahasa. "Peluang cukup besar, jadi harus dimanfaatkan. Tapi tentu harus dilihat dulu sejauh mana kemampuan figur yang akan maju nanti. Tapi intinya, sebagai tou Langowan tentu mendukung penuh jika ada kader Langowan yang siap maju bertarung di Pilkada nanti," sebutnya.

Keterwakilan figur Langowan di kursi birokrasi Minahasa dinilai akan memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama kemajuan pembangunan infrastruktur yang efeknya dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Contohnya di wilayah selatan Langowan yang sampai sekarang aksesnya jalannya masih sulit dilalui. Padahal rute ini merupakan jalan alternatif menuju kabupaten Minahasa Tenggara. Tentu jika ada kader asal Langowan yang duduk di kursi birokrat, kebutuhan-kebutuhan itu dapat terpenuhi," kata dia.

Disisi lain menurut Sumolang, dampaknya juga akan berpengaruh pada rencana pembentukan Kota Langowan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). "Kalau berdampak positif bagi kemajuan wilayah Langowan, tentu harus kita dukung. Namun sekali lagi, tentu harus dilihat dulu kemampuan figur yang akan maju itu, apakah punya kompetensi dalam birokrasi atau tidak," kuncinya.

 

Pay Nilai Papan 2 Lebih Berpeluang 

Disisi lain, pengamat politik asal Langowan Jeffry Pay berpendapat, rasionalitas juga penting dalam menentukan figur yang maju dalam Pilkada. Sebab menurutnya, seorang pemimpin bukan dinilai dari daerah tempatnya berdomisili, namun lebih pada bagaimana kemampuan manajemen pemerintahan, kompetensi dan sumber daya manusia yang dimilikinya.

"Selama figur itu punya kemampuan mengapa tidak. Namun perlu kita ingat bahwa daerah pemilihan di Minahasa bukan hanya Langowan saja. Jadi jika figur yang maju nanti sebagai calon kepala daerah, tentu harus memiliki pendukung yang banyak juga dari daerah pemilihan lainnya," sebut Pay.

Dari sisi tersebut, dirinya menilai peluang kader asal Langowan sebagai calon papan dua kemungkinan lebih besar. "Bukan meragukan, tapi intinya kita juga harus berpikir rasional. Untuk maju sebagai calon Bupati tentu harus punya faktor pendukung disemua lini. Jadi saya kira kalau untuk papan dua masih lebih berpeluang, baik itu melalui kendaraan partai politik maupun independen," nilai Pay. (jackson kewas)

 

 

Komentar