Empat Terdakwa Divonis 1,6 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi Pengadaan Komputer di DPPKAD Mitra

 

Manado, MS

Sidang perkara korupsi pengadaan Komputer di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), berakhir.  Hakim Arkanu SH menjatuhkan hukuman masing-masing 1,6 tahun penjara kepada 4 terdakwa. Empat terdakwa itu yakni, Johanis Sumangando, Arie Wua, Dolly Kapahang, dan Meldy Rondo.

Mereka Divonis 1 tahun dan 6 bulan kurungan penjara, oleh Majelis Hakim Arkanu, Vincentius Banar, dan Weny Nanda, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (9/11) kemarin.

Menurut Majelis Hakim, para terdakwa terbukti bersalah sesuai Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 31, Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Para terdakwa terbukti melakukan korupsi pada pengadaan komputer mainframe/server di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Kabupaten Mitra.

Putusan majelis hakim bukan hanya kurungan penjara, namun ditambah dengan pembayaran denda puluhan juta rupiah. “Terdakwa Arie Wua, dibebankan membayar denda sebesar 50 juta rupiah, subsidair 2 bulan, dan Uang Penganti (UP, red) sebesar 150 juta rupiah. Terdakwa Dolly Kapahang, dan Meldy Rondo, hanya dibebankan membayar denda sebesar 50 juta rupiah subsidair 2 bulan. Dan terdakwa Johanis Sumangando, membayar denda 50 juta rupiah subsidair 2 bulan, dan UP sebesar 467 juta subsidair 2 bulan,” tegas Majelis Hakim.

Vonis Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Ahmad Faroby, Syahlan Mannassal, dan Dedi Wahyudie. Tututan jaksa, masing-masing terdakwa dituntut 4 tahun dan 6 bulan kurungan penjara. Para terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp50 juta, subsidair 2 bulan.

Diketahui tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pengadaan komputer mainframe/server pada DPPKAD tahun anggaran 2013, menelan kerugian negara sebesar Rp 615 juta. Berdasarkan akta pendirian perseorangan komaditer, CV Citra Kawiwi oleh terdakwa Johanis Sumangando, selaku direktur yang berkedudukan sebagai penyedia barang dalam pengadaan komputer. Terdakwa selaku direktur telah menerima pembayaran 100%, namun ternyata harga barang yang diadakan jauh lebih mahal daripada harga barang dipasaran. 

Kemudian, saksi Arie Wua, selaku kuasa pengguna anggaran, menandatangani surat perintah untuk pembayaran 30% dan 100%. Padahal saksi Arie Wua, mengetahui dan mengarahkan agar CV Citra Kawiwi menjadi pemenang, dalam pengadaan computer. Dan saksi Dolly Kapahang, selaku Pejabat Pembuat Komitme (PPK), telah memproses pembayaran pengadaan computer pada hal berdasarkan dalam pemeriksaan ahli terjadi beberapa perubahan pada aplikasi SIMPD di Kabupaten Mitra.

Sedangkan Meldy Rondo selaku ketua panitia pengadaan, telah memanipulasi jalannya pengadaan, seolah-olah proses pengadaan diikuti CV Cahaya Terang dengan direktur CV Amsal Angkoy, tidak pernah memasukan penawaran. Sehingga langkah itu telah mempermudah CV Citra Kawiwi menjadi pemenang lelang. (Rhendi Umar)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors