Caption: Kompak, penyelenggara dan panitia bersama peserta festival berpose keselamatan berlalu lintas. (ist)

Festival Film Pendek Tomohon Siap Dihentak

Honda, Polres dan Mapatik Gugah Kesadaran Berkendara

Tomohon, MS

Perhelatan seni sinematografi, Festival Film Pendek (FFP) siap dihentak di wilayah kaki Gunung Lokon. Berbagai persiapan kian dimatangkan penyelenggara. Hal ini nampak jelas dalam rapat teknis (technical meeting), di Diler Honda Cv Anugerah Mulia (Anmul) Tomohon, Selasa (27/3).

                          

Selaku pelaksana, Branch Manager Cv Anmul, Graend Palar menghaturkan, iven ini mengangkat tema keselamatan berkendara. Sengaja digagas untuk menggugah kesadaran khalayak soal pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas. Sehingga angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) bisa ditekan. Selain itu, iven ini juga membuka ruang kreativitas dan mendorong bertumbuhnya seniman perfilman di Kota Sejuk.

 

"Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Honda Cv Anmul dengan Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Tomohon dan Komunitas Penulis Muda Minahasa, Mapatik," tutur Palar dalam sambutannya saat technical meeting.

 

Pihaknya pun berkerinduan besar melihat Tomohon menjadi basis pengembangan film pendek. Hal ini kata dia, sudah sering dibahas jauh sebelumnya dalam diskusi-diskusi non formal bersama Mapatik dan Polres Tomohon. Ia menyebut, demi peningkatan potensi komunitas-komunitas film pendek di Tomohon, pihaknya selalu siap menyokong.

 

"Honda Anmul siap memberikan suport semaksimal mungkin di setiap momentum. Kami berharap, suatu saat akan lahir film layar lebar yang merupakan karya dari komunitas-komunitas film pendek dari Kota Tomohon," asa Palar.

 

KEGIATAN DIDOMINASI PELAJAR

Usai rapat, Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Tomohon, AKP Dody Y Arruan SIK mengapresiasi panitia pelaksana. Alasannya, iven ini sarat makna. Katanya, dalam Festival Film Pendek, banyak hal positif yang dilakukan generasi muda. Apalagi, peserta festival adalah orang-orang yang berusia produktif. Dimana, didominasi pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

 

"Lewat kegiatan ini, kita menyosialisasikan melalui media perfilman soal bagaimana menciptakan ketertiban berkendara. Tentunya, guna mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Untuk itu, kami sangat mendukung akan pelaksanaan iven ini. Melalui kreasi anak muda, kita berupaya mengurangi fatalitas Lakalantas," ujar Arruan.

 

Dirinya berharap, kolaborasi Polres Tomohon, Honda Anmul dan MAPATIK bisa berlanjut. Sehingga festival tersebut bisa menjadi iven tahunan. Bahkan, jika perlu semakin dikembangkan. Sebab menurut Kasat, hasil karya para generasi penerus ini sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

WADAH APRESIASI PEMERINTAH MINIM DI SULUT

Salah satu Panitia Pelaksana, Kalfein Wuisan MPd berujar, Festival Film Pendek di skala nasional sangat banyak. Akan tetapi pada level daerah, masih minim. Namun begitu, dalam kurun 2 tahun terakhir, perkembangan film pendek lokal Sulawesi Utara (Sulut) cukup besar. Soal perkembangan film lokal di Indonesia sentilnya, pusat industrinya ada di Makassar. Meski demikian, Sulut hari ini telah melampaui itu. Perkembangan film pendek ada di Sulut, tapi pusat industrinya di Makassar. Yang membedakannya, kelompok-kelompok film di Makassar disuport pemerintah setempat.

 

"Di Sulut, berbeda. Khusus di Tomohon, Manado dan Bitung, banyak sekali muncul komunitas film. Tapi disayangkan, wadah apresiasi dari pemerintah hampir tidak ada. Kalau pun ada, pasti akan ketat dengan berbagai persyaratan dan lain sebagainya," sebut Wuisan sembari mengapresiasi pihak Honda Anmul.

 

DUA POROS FILM MAKER BERTUMBUH DI TOMOHON

Selaku Filmaker utusan Indonesia di festival film dunia belum lama ini, Wuisan menilai, digiatkannya festival ini, merupakan tanda sebuah kemajuan di Sulut. Diungkapnya, di Kota Pendidikan telah bertumbuh 2 basis besar komunitas film pendek. Antara lain, dari individu atau kelompok dan berbasis gereja. Karya-karya yang diproduksi komunitas itu memberikan efek positif bagi banyak orang. Ditambahkan Wuisan, iven ini memiliki sejumlah acuan yang harus dibangun. Di antaranya, tema keselamatan berkendara.

 

"Selaku panitia, kami sangat mendukung upaya-upaya kepolisian dalam menekan angka Lakalantas. Namun, bukan berarti festival film mampu meredam kecelakaan dan kematian. Tetapi, setidaknya ruang kreasi ini bisa memberikan sumbangsih informasi positif dan inspirasi ke publik. Sehingga banyak pihak yang siuman dalam berlalu lintas dengan baik dan benar," urai Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado ini.

 

Sesuai skedul panitia, Festival Film Pendek Kota Tomohon akan dihelat tanggal 7 April 2018. Batas akhir pengumpulan karya, dijadwalkan pada 5 April 2018. Jadwal tersebut bersifat tentatif. Hingga saat ini, jumlah komunitas yang sudah mendaftar ada 13 tim. Adapun kriteria penilaian, terdiri dari originalitas ide cerita, pengambilan gambar atau teknik editing, penataan artistik, kesesuaian tema dan pesan yang disampaikan. Diketahui, untuk hadiah yang bernilai jutaan rupiah, disediakan Honda Anmul dan Satuan Lantas Polres Tomohon. (hendra mokorowu)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.