Temu ilmiah di ruang rapat lantai 2 FIB Unsrat.

FIB Unsrat Gelar Temu Ilmiah

  • Para Pakar Kupas Falsafah ‘Tumou Tou’

Manado, MS
Temu ilmiah tersaji kembali di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Kini membahas terkait falsafah hidup orang Minahasa. Salah satunya mengupas topik judul buku, dr Jan Tinggogoy Sp.Og tentang ‘Tumou Tou’.

Temu ilmiah itu dalam rangka Dies Natalis ke-53 Fakultas Ilmu Budaya Unsrat dengan tema ‘Merumuskan Arti Dan Makna Philoshopical Hermeneutic Of Natives Minahasan Wise Saying’. Dibuka secara resmi Dekan Fakultas ilmu budaya Unsrat, Drs Jerry S Ulaen MSi, Selasa (13/2), ruang rapat lantai 2 FIB Unsrat.

“Kegiatan temu ilmiah ini diawali dengan ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Sekretaris Jurusan Ilmu Sejarah, Drs Marthen Rombon MSi, selaku juga Sekretaris Panitia Temu Ilmiah. Selanjutnya Kegiatan ini dibuka dengan doa oleh Ketua Jurusan ilmu sejarah, Dra Fientje Thomas MSi,” kata DR Ivan R B Kaunang MHum yang menyampaikan laporan selaku Ketua Panitia Temu Ilmiah tersebut.

Temu ilmiah ini dihadiri para undangan dari berbagai instansi dan para akademisi dari Sulawesi Utara (Sulut). Para peserta Temu Ilmiah ini nampak antusias ambil bagian dalam sesi tanya jawab. “Yang bertindak sebagai notulis Roger Kembuan MA selaku juga Sejarawan Sulawesi Utara. Hadir sebagai narasumber utama dalam temu ilmiah ini, dr Jan Tinggogoy, Sp.OG yang juga membahas bukunya ‘Tumou Tou’. Ditutup dengan doa dari Pdt Gregory Azer Roeroe MTh,” kata Kaunang yang dikenal sebagai Pakar Kajian Budaya, Sejarawan dan Budayawan Sulut.

Tinggogoy mengatakan, arti Tumou Tou adalah menjadi manusia sejati dan tulen. Ia berharap buku tersebut bisa menjadi referensi terutama generasi muda. Supaya berusaha membangun dirinya sendiri menjadi manusia sejati.

“Kalau dia mampu menjadi manusia sejati tidak mungkin berlaku buruk. Karena Tumou Tou itu hidup berbasis kasih. Tumou Tou merubah ‘homo homini lupus’ menjadi ‘homo homini humans’, menjadi seorang yang mencintai sesama manusia,” ucap Tinggogoy yang saat itu mengulas materi dalam bukunya ‘Tumou Tou’.

Rikson Karundeng MTeol, jurnalis dan budayawan Minahasa yang memoderatori sekaligus memberikan sejumlah pemikiran menarik dalam temu ilmiah ini, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini.

"Ini tentu pertemuan menarik. Banyak pakar duduk dan membahas bersama topik yang hampir tidak pernah dibahas dalam ruang ilmiah. Apresiasi buat Fakultas Ilmu Budaya dan panitia yang menjadi penggerak kegiatan. Berharap ruang ilmiah lain akan tercipta untuk membedah topik-topik seperti ini. Berharap juga, akan ada buku yang mengulas nilai-nilai-keminahasaan yang akan menyusul sebagai buah dari forum seperti ini," ucap Karundeng.

Temu ilmiah ini juga menghadirkan beberapa pakar sebagai pembahas yakni budayawan, teolog dan sosiolog Pdt Dr Richard A D Siwu STM MA PhD, ahli filsafat dan antropolog Dr Paul Richard Renwarin Pr, sejarawan dan budayawan Drs Fendy EW Parengkuan MA, pakar linguistik Drs Fentje Kodong MA. (arfin tompodung)


Komentar