FIF Manado Diduga Lakukan Penipuan

SALAH satu perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor di Kota Manado, dipolisikan. Dugaan penipuan, menjadi materi utama laporan yang berlabuh di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado.

Adalah Federal International Finance (FIF). Perusahaan leasing bonafit yang beroperasi di Kota Tinutuan dan sekitarnya ini, dilaporkan karena dugaan penipuan terhadap nasabahnya sendiri.

Itu dilakukan Servasius Hotong, melalui seorang yang diberikan kuasa pengurusan, Veronica Pricilla Runtulalo (30), warga Desa Kalasey Satu Jaga I, Kecamatan Mandolang, Kamis (9/2).

Isi laporan, pihak FIF telah melakukan dugaan penipuan dengan cara meminta uang pelunasan kendaraan bermotor yang ditarik melalui kolektor finance tersebut. Sayangnya, kendaraan tak kunjung diberikan.

Ihwal kejadian, tutur Veronica terjadi pada bulan Desember 2016. Motor yang dikredit Servasius ditarik pihak finance, karena menunggak pembayaran. Oleh sebab itu, Servasius melalui Veronica, melakukan negosiasi pembayaran pelunasan atas angsuran kredit, karena pihak finance meminta proses pelunasan. Negosiasi berjalan baik. Hasilnya, pihak Servasius sepakat melakukan pelunasan angsuran pada tanggal 4 Januari 2017. Anehnya, setelah dilakukan pelunasan sebesar Rp 8.400.000, kendaraan serta BPKB motor tak kunjung diberikan. Alasannya, BPKB dan kendaraan masih melalui proses sistim perusahaan. “Yang mengatakan itu adalah koordinator kolektor yang bernama Pak Steven. Sehingga saya percaya saja dan menunggu hingga waktu yang telah ditentukan,” terang Veronica.

Mirisnya lagi, setelah mendatangi kantor FIF yang berada di wilayah Kelurahan Wanea, tepatnya di depan Fiesta Supermarket pada hari yang ditentukan, kendaraan masih belum diserahkan. Alasan lain disampaikan. Di mana, sedang ada pergantian kepala cabang.

Selang beberapa hari kemudian, Veronica mencoba menghubungi pihak finance melalui telepon, namun tidak digubris.

Namun, saat dihubungi balik, pihak finance mengakui ada kesalahpahaman antara finance dan dealer terkait pajak motor dan ban motor.“Saya kemudian bingung, saya semestinya langsung menerima kendaraan setelah pelunasan, namun tiba-tiba dia (Steven, Red) berbicara soal ada kesalahpahaman antara finance dan dealer. Itu yang membuat saya bingung dan kemudian kembali lagi ke kantor tersebut,” aku Veronica.

Parahnya, saat kembali menyambangi kantor tersebut, dia diminta uang sebesar Rp1.1 juta untuk penggantian uang pengurusan pajak serta perbaikan ban motor yang dilakukan pihak dealer. “Saya tidak tahu kenapa, persoalan pelunasan kendaraan yang seharusnya hanya berhubungan dengan finance, tiba-tiba sudah ada kaitannya dengan dealer yang saya sendiri dan pak Servanus tidak tahu,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengaku setuju dengan permintaan itu, namun meminta tenggang waktu hingga 6 Februari 2017. Hal itu disetujui. Sayangnya, di hari tersebut saat ingin membayar uang sebesar Rp1.1 juta, pihak finance mengatakan kendaraan sudah tidak ada karena sudah dijual.

Kecewa dengan perbuatan perusahan leasing, Veronica memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut di Polresta Manado. “Saya merasa ditipu sudah berkali-kali kembali ke kantor dan tak kunjung mendapatkan kendaraan itu. Apalagi mereka mengatakan banyak alasan. Apalagi saat ini kendaraan sudah dijual,” imbuh Veronica.

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestas Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, pihak penyidik akan melakukan penelusuran lebih lanjut dan mencari kebenarannya. “Kita akan proses laporannya, kedepannya kita akan panggil para pelapor dan terlapor, untuk dimintai keterangan soal laporan tersebut,” timpalnya.(rhendi umar)

 

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors