Mona Kloer (Ist)

Foto Bugil Aroma Kriminal ‘Goyang’ Manado


Manado, mediasulut.co - Modus baru pelecehan seksual di Nyiur Melambai, terkuak. Gadis remaja yang tertarik di bidang foto model, dinilai jadi target. Caranya, oknum fotografer diduga memberikan obat bius atau perangsang pada makanan sebelum pemotretan dengan pose telanjang. Tak berdaya, sang fotografer ‘beraksi’.

Dunia fotografi di Kota Manado, tercoreng. Kabar aksi bejat oknum fotografer yang diduga membuat objek foto (korban) tak berdaya, jadi buah bibir. Hal ini terkuak melalui laporan sejumlah juru kamera lepas kepada sejumlah wartawan di kantor Asosiasi Jurnalis Indoneseia (AJI) Manado, belum lama. 

Bahkan dari laporan tersebut, para gadis (model) yang terjerat, rata-rata siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kuat dugaan, oknum pelaku sempat melancarkan aksi kejahatan seksual setelah korban tak sadarkan diri. 

Episode kelam yang mendera dunia fotografi di Kota Tinutuan ini, langsung menuai reaksi keras dari representasi rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado.“Saya mendapat informasi seperti itu juga dan ini suatu keprihatinan kita terhadap fotografi yang sebenarnya jauh dari penyampaian akan hal-hal diskriminatif ini,” tegas Anggota Komisi A DPRD Manado, Mona Kloer, Minggu (19/6). 

Dia berharap oknum pelaku ditangkap. Selanjutnya, meminta pertanggunjawaban sesuai prosedur hukum. Legislator vokal DPRD Manado pun mendesak pihak Kepolisian segera bertindak.“Kami pun akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti sekolah untuk mencegah adanya korban baru. Katogeri pelecehan seksual tak bisa didiamkan,” sembur legislator bergelar Magister Hukum.

Terpisah, salah satu model yang sering terlibat di dunia fotografi, mengaku terkejut dan menyampaikan jika dirinya belum mengetahui informasi tersebut. Makanya, dia enggan menjalankan sesi pemotretan dalam suasana sunyi atau hanya sendiri. 

“Puji Tuhan Kak, saya tak pernah sampai harus begitu. Untung kakak bertanya seperti ini ke saya sehingga akan lebih berhati-hati,” tutur Amelia K. 

Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut, Erny Tumundo, meyakini, telah terjadi tindakan dan kekerasan seksual terhadap korban. Nilai Tumundo, kejahatan ini telah berlangsung lama. Sejumlah korban setelah sadar, memberikan keterangan terbuka atau pengakuan langsung.“Seluruh sekolah di Sulut akan kami datangi guna mengantisipasi pekerjaan liar tersebut,” ujar Tumundo.

Kata dia, pihaknya sementara menyelidiki dugaan pemberian obat bius kepada model ataupun calon model di kalangan siswa SMP dan SMA untuk difoto bugil.”Untuk foto pose telanjang sudah sekitar dua tahun, tapi dengan penggunaan obat bius baru dua bulan ini,” aku Tumundo.

Aktifis hukum dan kemasyarakatan Sulut, Joppy Wongkar, berharap hal tersebut menjadi bahan introspeksi di kalangan fotografer. Memikul tanggung jawab yang besar dan mulia, fotografer diharapkan tetap menempatkan profesionalisme, etika dan aturan hukum yang berlaku.”Silahkan para fotografer di Manado bahkan Sulut membantu proses penyelidikan masalah ini. Sebab, persoalan tersebut telah mencederai dunia fotografi,” tegas Wongkar, Minggu.

Disisi lain, peran guru di sekolah serta orang tua dalam mengawasi kegiatan anak.”Berikanlan sosialisasi yang benar soal profesi yang akan dijalani anak sehingga terhindar dari aksi-aksi kriminalitas yang merugikan anak itu sendiri,” kuncinya.

Ditenggarai, aksi bejat yang dilakukan oknum fotografer terhadap modelnya terjadi di suatu kawasan elite di Kota Manado. Kecurigaan muncul berdasarkan temuan pihak keamanan yang mendapati seorang remaja tanpa menggunakan pakaian. Disebelahnya, terdapat oknum fotografer.(devy kumaat)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado