Jenry Sualang (Ist)

Ganti Kepsek, Dua Permen Jadi Acuan

Manado, MS

Penyerahan Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D)  penuh dari kabupaten/kota ke provinsi  secara efektif akan berlaku sejak 1 Januari 2017, terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), sebaik mungkin. 

Terkait hal ini, langkah yang diambil lewat Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut adalah melakukan perubahan Surat Keputusan (SK). Karena diketahui, hingga kini para Kepala Sekolah SMA/SMK di kabupaten/kota se-Sulut masih memegang SK Bupati/Walikota. Sehingga,  seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) harus mengantongi SK Gubernur.

"Untuk melakukan pengukuhan dan pelantikan nanti, ada dua Permen (Peraturan Menteri) yang menjadi acuan kami. Pertama untuk kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah yaitu Permen Nomor 13 Tahun 2007," ujar Kepala Diknas Sulut, Asiano G Kawatu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Diknas Sulut, Jenry Sualang.

"Kedua, syarat-syarat guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, berdasarkan Permen Nomor 18 Tahun 2010," tambah Sualang.

Diketahui sebelumnya, terhitung sejak 1 Oktober 2016 sebanyak 5.913 guru dan tenaga kependidikan di SMA dan SMK yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten/kota sudah beralih status ke provinsi.

"Direncanakan, 28 Desember nanti, seluruh Kepsek SMA/SMK akan dilantik kembali,“ terangnya.

Sementara, Kepala Diknas Sulut Asiano G Kawatu menegaskan, sejak pelaksanaan Undang-Undang (UU) 23 tentang Pemerintahan Daerah, era otonomi daerah, di situ kewenangan sudah dibagi. Dimana, pendidikan menengah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov), sedangkan pendidikan dasar menjadi kewenangan kabupaten/kota.

"Karenanya, kita juga sudah harus membiasakan para guru dan kepala sekolah untuk berinteraksi dengan kami, Pemeintah provinsi. Minggu depan, semua kepala sekolah kita akan kumpul bersama wakil gubernur untuk membicarakan tentang hal-hal yang terkait masalah transisi dunia pendidikan menengah di Sulawesi Utara," kata Kawatu.(sonny dinar)


Komentar