Foto: Foto Bersama Usai Diskusi

Gelar Diskusi Fenomena Daring

Dir Lantas : Semua Sudah Ada Aturannya.

Manado, MS

Fenomena Tranportasi Dalam Jaringan (Daring) terus berpolemik. Pesatnya perkembangan tekhnologi tak bias dibendung. Hal ini membuat Direktorat (Dir) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar diskusi guna mencari titik temu, Kamis (12/04) kemarin, di Rumah Kopi K8.

Dir Lantas Polda Sulut Kombes Pol Ari Subiyanto mengatakan, angkutan umum daring merupakan angkutan orang tidak dalam trayek dengan tujuan tertentu atau sewa. Sehingga secara yuridis sudah terkualifikasi dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Aspek daring menekankan pada metode untuk memesan angkutan umum. Perlunya edukasi dan keterbukaan untuk menerima teknologi secara efektif dan efisien yang bertujuan untuk kesejahteraan, keteraturan dan keselamatan," ungkap Subiyanto.

Lanjutnya, untuk penggunaan sepeda motor sebagai angkutan umum merupakan kebijakan trandisional sebagai angkutan umum daerah yang diatur dalam peraturan daerah.

"Materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang lalu lintas dan angkutan jalan secara substansi dan empirik tidak perlu ada materi yang harus dirubah karena masih relevan, namun dibutuhkan aturan pelaksanaan dalam peraturan pemerintah, Peraturan Menteri ataupun peraturan Kapolri untuk hal-hal yang lebih teknis," jelas Dir Lantas.

Sementara itu, salah satu pemantik dalam diskusi ini, Prof. Riri Fitri Pakar Informasi dan Teknologi (IT) Universitas Indonesia (UI) mengatakan, teknologi itu untuk kemanusiaan dan perkembangan peradaban. Prof Riri, dalam materinya menyebutkan, transportasi online hadir mengurangi tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja.

"Nantinya hanya ada beberapa merek (transportasi online) yang akan bertahan. Itu tergantung siapa yang memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," terangnya.

Dia menambahkan, teknologi itu sangat baik namun perlu adanya edukasi dan keterbukaan untuk menerima teknologi secara selektif, efektif, dan efisien.

"Dengan tujuan untuk kesejahteraan, keteraturan, dan keselamatan," tandas Prof Riri. (tr-2)

Hadir jugta dalam kegiatan ini dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulut, Jasa Raharja, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Akademisi, komunitas Angkutan Online dan komunitas wartawan.


Komentar