Asiano G Kawatu

GGD Jangan Cuma Ditempatkan, Kemudian Berniat Pindah

Manado, MS

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru Garis Depan (GGD) diharapkan bisa menjadi penggerak pendidikan di daerah penempatannya nanti. Mereka diminta tidak hanya mengejar status sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Di Sulut sering terjadi kekerasan di dunia pendidikan. Seperti guru pukul murid atau sebaliknya murid memukul guru. Masalah penting lainnya, Bumi Nyiur Melambai masih mengalami kekurangan guru. Fenomena tersebut dinilai perlu jadi tantangan para PNS GGD. Mereka dihimbau menjadi  pionir yang baik di daerah tujuan. 

"Sebab mereka nantinya akan menjadi satu kesatuan yang sangat spesial dan mendapat kesempatan mengajar di daerah 3T layaknya Prajurit yang diturunkan ke desa-desa. Saya mengimbau agar para GGD di Sulut nanti tidak hanya mengejar status PNS dan setelah ditempatkan memiliki niat untuk pindah," kata Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Asiano Gamy Kawatu, baru-baru ini.

 

Soal GGD, Kawatu mengatakan, Gubernur Olly Dondokambey diwakili Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw telah menerima Surat Keputusan (SK) GGD yang diserahkan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), di Jakarta, pekan lalu. Sebagaimana diketahui, Sulut masuk dalam 4 provinsi yang menerima SK tersebut.

 

Kawatu yang mendampingi Wagub menjelaskan, GGD adalah salah satu program pemerataan guru di Indonesia dari Kemenristek, Kemdikbud dan KemenPanRB. Sebagai salah satu program unggulan dan juga presiasi dari lulusan S1 untuk berada paling depan sebagai PNS. Hal ini bermula dari cikal bakal program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal atau dikenal dengan SM-3T.

 

"SM-3T merupakan salah satu program dari Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dimulai dari kampus untuk perekrutannya sehingga pada tahun-tahun mendatang guru sangat dibutuhkan di pedalaman dan daerah terluar Indonesia. Kemenristek dalam hal ini akan mempersiapkan calon-calon guru dari universitas negeri dari ilmu keguruan dan juga sudah dipersiapkan bagaimana guru harus mengajar,"urainya. (sonny dinar)

 

Banner Media Sulut

Komentar