GMIM BERGUMUL, NOMINE BIPRA BELUM AMAN

Tomohon, MS

Tahapan pesta iman di aras Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), jelang titik puncak. Proses penjaringan nomine calon sementara Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Majelis Pertimbangan Sinode (MPS), Badan Pengawas Perbendaharaan Sinode (BPPS) dan Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) Bapak Ibu Pemuda Remaja Anak (BIPRA), telah rampung.

Sedikitnya ada 212 yang kandidat yang masuk nomine calon sementara. Masing-masing 38 nomine di BPMS, 9 MPS, 23 BPPS, 26 Pria Kaum Bapa (P/KB), 27 Wanita Kaum Ibu (WKI), 38 Pemuda, 30 Remaja, 21 Anak Sekolah Minggu (ASM).

Penetapan nomine pimpinan di tingkat sinodal itu diputuskan dalam rapat pleno yang digelar tertutup di Sekretariat Panitia, lantai II Kantor Sinode GMIM, Tomohon, Rabu (14/2) kemarin.

Pun begitu, tak semua kandidat yang masuk nomine akan lolos. Utamanya di kategorial BIPRA. Itu menyusul adanya sederet persyaratan yang wajib dipenuhi oleh para nomine. Calon sementara yang dianggap tidak memenuhi syarat, bakal dicoret.

Sinyalemen itu diungkap Sekretaris Panitia, Pdt Teddy Liuw STeol kepada Media Sulut di Gedung Serba Guna Sinode GMIM. Menurutnya, daftar nomine yang ditetapkan dalam pleno, statusnya masih bakal calon sementara. “Nama-nama bakal calon ini baru lolos di kriteria awal sebagai nomine,” katanya.

Tahap selanjutnya, panitia akan menyurat ke seluruh nomine. “Nanti tanggal 22 Febuari 2018 mendatang, semua nomine akan diundang oleh panitia. Dan semua wajib hadir. Karena akan ada banyak hal yang akan dibicarakan bersama,” terangnya.

Selain itu, seluruh nomine harus melengkapi tiga syarat lainnya. Yakni, membuat karya tulis, memasukkan curicullum vitae, serta bersedia untuk tidak merangkap jabatan di lingkup GMIM.  "Jadi ada proses penjaringan lagi. Seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh panitia wajib dipenuhi. Jika menjelang sidang, persyaratan tidak dipenuhi oleh nomine, maka panitia akan mencoret nama yang bersangkutan,” urai Liuw.

Petunjuk pelaksanaan (Juklak) Pemilihan BPMS, MPS dan BPPS dan BIPRA, akan dijadikan acuan utama oleh panitia. “Juklak tetap menjadi patokan utama dari awal hingga akhir tahapan pemilihan,” lugasnya.

Adapun penetapan calon yang berhak dipilih, akan dilaksanakan sebelum sidang sinode. Diawali dengan pemilihan di tingkat BIPRA tanggal 3 Maret 2018. Kemudian pemilihan BPMS, MPS dan BPPS pada tanggal 19 Maret 2018. “Sekali lagi, tahapan proses pemilihan ini mengacu dari juklak. Kami harap semua nomine untuk dapat memahami dan mengikuti semua aturan dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

PANITIA ‘LEMBEK’, BOM WAKTU MENGANCAM
Dinamika jelang pemilihan BPMS, MPS BPPS, dan Kategorial BIPRA di organisasi gereja terbesar di Nyiur Melambai, kian menghangat. Utamanya di pemilihan pucuk pimpinan BIPRA GMIM.

Itu menyusul masuknya sederet tokoh politik dalam nomine. Kesiapan panitia diuji. Termasuk ketegasan dalam menjalankan aturan. Bila panitia longgar, maka itu berpotensi menjadi ‘bom waktu’ yang dapat meledak sewaktu-waktu.

Sinyalemen itu terendus dari beredarnya kabar adanya sederet nomine di BIPRA yang disebut-sebut tidak memenuhi persyaratan, namun berpeluang akan diloloskan sebagai bakal calon. Sebaliknya, ada kandidat masuk nomine dan dianggap memenuhi syarat, namun disebut-sebut, kans dicoret.

“Panitia harus tegas. Kedepankan betul aturannya. Jika tidak, itu bisa menimbulkan konflik,” lugas Pnt Jeffry Pay, Anggota Majelis Sinode Utusan GMIM Sion Noongan Wilayah Kelelondey Langowan, kepada harian ini, tadi malam. “Jangan sampai ada rekayasa. Konflik kepentingan harus benar-benar dihindari. Karena ini demi kepentingan GMIM ke depan,” sambungnya.

Baginya, panitia sebagai penanggung jawab pemilihan harus menghindari celah yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk menghambat proses pemilihan. “Sekali lagi, aturan harus ditegakkan. Supaya proses pemilihan dapat berjalan dengan baik, tanpa dinamika yang berlebihan,” tegas wartawan senior itu.  “Itu juga untuk mencegah adanya oknum-oknum tertentu yang coba berenang di air keruh atau ingin menambah persoalan baru di internal GMIM. Itu juga patut diwaspadai dan diantisipasi,” tambahnya.

Ia pun berharap pemilihan di aras sinode akan mengedepankan prinsip GMIM sebagai Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli. “Biarlah otoritas kehendak Allah yang bekerja, bukan keinginan duniawi semata. Ini juga harus kita doakan bersama,” tandas Pay.

Senada diungkap Sekretaris Badan Pekeja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Musafir Kleak, Pnt Dr Goinpeace Tumber. Sebagai penyelenggara, panitia pemilihan didesak untuk konsisten berpijak pada tata gereja serta juklak yang dikeluarkan GMIM.

Itu untuk menghindari potensi pro kontra serta polemik di tubuh organisasi gereja terbesar di Sulawesi Utara (Sulut) ini. “Panitia harus konsisten dengan aturan yang menjadi pijakan. Selain itu, setiap keputusan panitia harus akuntabel,” lugasnya.
Akuntabel, menurut dia, mampu dan dapat dipertanggung-jawabkan. “Jika tidak akuntabel, akan berpotensi pro kontra di antara calon bahkan jemaat-jemaat yang sudah mengirimkan nominae,” terangnya.

Selanjutnya, kredibilitas panitia. Itu akan berujung saat pemilihan nanti. Sehingga, jika setiap tahapan dilaksanakan berlandaskan aturan main, maka dukungan penuh akan diberikan oleh seluruh stake holder di GMIM. “Sejauh ini kita positif thingking, jika panitia akan konsisten dengan aturan. Mengapa ini penting, itu juga untuk mencegah terjadinya indikasi keistimewaan. Memang, komitmen panitia saat ini sedang diuji,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia berharap, warga GMIM mendoakan panitia agar bekerja dengan benar. “Jemaat sangat mengharapkan itu. Dengan begitu, pesta iman atau pesta demokrasi GMIM ini akan berlangsung berkualitas serta terjamin,” tutup senior member Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado itu.

SUMAKUL AJAK WARGA GMIM DOAKAN
Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr HWB Sumakul MTh, ikut angkat suara. Warga GMIM diajak untuk menggumuli bersama seluruh tahapan proses pemilihan di seluruh aras sinode yang tengah berjalan.

Baginya, seluruh nomine-nomine yang terjaring itu merupakan suara jemaat. Para nomine terpilih, karena dinilai dikenal oleh jemaat. Itu secara sosial. Namun, dari sisi iman, pucuk pimpinan tertinggi di organisasi gereja terbesar di Sulut, menilai itu merupakan suara dari Tuhan.

"Sehingga menurut saya, semua ini selayaknya diterima dengan penuh syukur. Selamat bergumul dengan Tuhan. Sebab, di hari H-nya akan ditentukan siapa yang terpilih, baik di BPMS atau Kompelka BIPRA," tutur Sumakul kepada Media Sulut, usai pleno penetapan nama-nama calon sementara, di kantor Sinode GMIM, Rabu (14/2).

Ia pun mengajak, seluruh anggota jemaat se-Sinode GMIM untuk tetap memelihara persaudaraan serta mendoakan seluruh proses pemilihan agar dapat berjalan dengan baik. "Siapa pun yang terpilih, gumulilah. Sebab pemimpin-pemimpin yang terpilih nanti, akan dipakai Tuhan untuk membawa gereja ini ke arah yang diharapkan Tuhan," pungkasnya.(hendra mokoruwu/rommy kaunang)

 Daftar Nomine Balon Badan Pekerja Majelis Sinode GMIMBPMS

PKB GMIM

WKI GMIM

-_PEMUDA

REMAJA GMIM

ANAK GMIM


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.