Personil TSMC didampingi pembina Andrie Paat (tengah) dan Alfrits Oroh (tengah), saat berjumpa dengan Jaya Suprana.

‘Goes to Jakarta’, Suprana Apresiasi Karya TSMC

  • Tiga Hari Pentas Produksi

Jakarta, MS
Geliat Tondano Smart Musically Community (TSMC) makin tangguh. Kali ini komunitas yang terdiri dari generasi muda di Kota Tondano itu, berkesempatan untuk pentas produksi di Jakarta mulai, Rabu (20/12) hingga Jumat (22/12).

Anak-anak bimbingan Alfrits Ken Oroh SPd tersebut, bakal melenggang berbagai kemampuan seni mereka di Ibukota Negara Indonesia tersebut. Di antaranya teater, monolog, baca puisi, musikalisasi puisi dan bacirita bahasa melayu Manado.

Peserta terdiri dari 6 orang di bawah pimpinan Alfrits Oroh selaku pembina dan pelatih dan Drs Andrie K H Paat MAP sebagai pembina sekaligus mewakili guru pembina SMAN 3 Tondano. Kemudian Shendy Nadia Tumbelaka selaku pembina sekaligus dewan kehormatan TSMC, General Manager TSMC Madeline Mailangkay serta didampingi 2 anggota TSMC Sebrina Kuron dan William Tarumingi.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah bagian dari program akhir tahun pentas produksi di luar kota dan juga mempromosikan Minahasa lewat semangat kesenian generasi muda. Kegiatan itu bekerjasama dengan SMAN 3 Tondano yang pesertanya sendiri adalah bagian dari siswa-siswi maupun alumni yang direkrut langsung seniman Alfrits Oroh sendiri.

“Tim kami berangkat memakai pesawat Batik Air dari jam 7 pagi di Bandara Sam Ratulangie sampai pukul 10.20 di Bandara Soekarno Hatta. Kami dijemput langsung Rama Wowor selaku mediator pertemuan antara TSMC dan bapak Jaya Suprana. Keberangkatan ini hampir tertunda dikarenakan beberapa anggota tidak memenuhi syarat kelengkapan peserta bahkan biaya pun yang sangat minim untuk diwujudkan tapi berkat semangat yang gigih akhirnya bisa terlewati,” ungkap Oroh, Rabu (20/12), saat dihubungi harian ini.

Keberangkatan mereka lewat Jaya Suprana School of Performing Arts dan atrium Mall of Indonesia. Sekitaran pukul 14.00 kemarin, mereka langsung diantar kepada Jaya Suprana untuk berdiskusi kurang lebih satu setengah jam.

“Inti dari diskusi kami adalah membicarakan proses kreatif dari TSMC sendiri lebih khusus proses menulis dan membukukan karya sastra. Dan merupakan kebanggaan ketika beliau merespon baik serta mengapresiasi hasil karya kami,” jelas Oroh.

Suprana kemudian merespon kreativitas TSMC dengan memberikan sebuah hadiah performence dari Muhammad Iqbaal. Ia adalah satu-satunya pianis di Indonesia yang piawai memainkan piano namun tidak memiliki piano.

“Iqbaal sendiri diceritakan oleh pak Jaya, berasal dari keluarga kurang mampu tetapi karena kegigihannya, ia bisa menjadi pianis pertama di dunia yang menggelar resital piano tunggal di Havana, Kuba. Diperkenalkan juga saudara Rama Wowor bersama grup kolintangnya yang adalah grup pertama di Indonesia yang tampil di gedung Sidney Opera House di Australia,” ucapnya.

Group kolintang tersebut dinilai telah menjadi kebanggaan Jaya Suprana dan orang Minahasa sebab bisa mencapai kesuksesan untuk memotivasi generasi muda.

“Kami juga TSMC turut termotivasi dengan hal ini. Acara kami masih berlangsung. Untuk besok (hari ini, red) pentas bersama Jaya Suprana School bersama TSMC di atrium MOI dan ditutup dengan kunjungan melihat hasil karya MURI bersama para maestro,” kata Dewan Kehormatan TSMC, Shendy Tumbelaka. (arfin tompodung)


Komentar