GSVL-BAN LIOW KANS DUEL

Manado, MS

 

Suksesi pemilihan pucuk pimpinan Pria Kaum Bapa (P/KB) di aras sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), semakin hangat. Konstelasi di salah satu cabang vital di organisasi gereja terbesar di Nyiur Melambai, kian mengerucut ke dua kandidat.

Pnt Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) dan Pnt Stefanus BAN Liow. Dua tokoh berpengaruh di GMIM itu disebut-sebut bakal bersaing sengit untuk memperebutkan 991 suara yang berhak menggunakan hak pilih.

GSVL yang dinominasikan oleh 698 jemaat itu, dikabarkan terus mendapat dukungan signifikan dari berbagai utusan P/KB yang tersebar di 965 jemaat GMIM. Begitu pula dengan BAN Liow. Senator utusan Sulawesi Utara (Sulut) yang dinominasikan 848 jemaat itu, juga disebut-sebut terus mendapat support   serupa.

Duel sengit pun kans tersaji dalam pesta iman 4 tahunan di tubuh P/KB GMIM. Informasi yang dirangkum harian ini, konsolidasi dan pergerakan kini lebih gencar dilakoni, oleh tim pendukung GSVL dan BAN Liow, yang mayoritas  ketua-ketua P/KB baik ditingkat jemaat dan wilayah, yang memiliki hak pilih.

Nama-nama yang sebelumnya sempat mengkristal sebagai nomine, seperti Jantje Wowiling Sajow (JWS), Jimmy Feidie Eman (JFE), Harley Ai Mangindaan, Hanny Joost Pajouw (HJP), mulai meredup. “Sekarang ini, tersisa dua nama yang akan bersaing di P/KB. GSVL dan BAN Liow. Tinggal tim mereka (GSVL dan BAN Liow, red) yang intens lakukan konsolidasi di lapangan,” beber salah satu personil Komisi P/KB Sinode GMIM yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

“Sajow, Eman, dan nomine lainnya kelihatannya sudah tidak akan maju lagi untuk posisi Ketua. Mungkin sudah ada deal-deal atau kesepakatan di antara mereka,” sambungnya.

Malah sumber menyebut, kubu GSVL maupun BAN Liow telah memiliki struktur komisi P/KB bayangan. “Sudah ada paket, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan kepengurusan lainnya di komisi P/KB.  Itu nantinya akan diperjuangkan bersama di pemilihan nanti. Dan itu hal yang lumrah lah dalam berorganisasi,” bebernya sosok yang telah dua periode berada di kepengurusan P/KB Sinode GMIM itu.

Tak hanya itu, sumber juga tak menafikkan, mesin partai politik (parpol) dan mesin birokrat, secara tidak langusng, juga turut berperan didalamnya. Utamanya, pengurus atau kader parpol serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus Ketua P/KB atau memiliki pengaruh di P/KB. 

“Itu tak bisa dipungkiri. Kan GSVL, Ketua Partai Demokrat Sulut serta Walikota Manado. Begitu pula dengan BAN Liow, meski anggota DPD, namun dekat dengan Partai Golkar. Jadi tanpa diminta pun, kader atau ASN yang dekat dengan kedua kandidat, pasti akan memberikan dukungan, bahkan bisa menjadi tim pemenangan,” urainya.

“Yang pasti pemilihan di P/KB akan ketat. Saat ini, GSVL dan BAN Liow, menjadi kandidat terkuat untuk menjadi Ketua. Dinamika bisa saja berubah di pemilihan, tapi kelihatannya, agak sulit. Karena konsolidasinya nampak sudah sangat matang. Apalagi timnya GSVL. Kelihatannya mereka sangat solid. Begitu juga dengan incumbent,” tandas sumber.

ARUS DUKUNGAN MENGALIR DERAS KE DUA KANDIDAT

Wacana pemilihan Ketua P/KB GMIM, hanya akan mengerucut ke dua nama, GSVL dan BAN Liow, diperkuat oleh penuturan para pemilik hak pilih yang tersebar di lingkup wilayah GMIM.  Mayoritas pemilih, lebih cenderung memberikan dukungan kepada Walikota Manado dan Anggota DPD RI tersebut.

“Dari hasil pertemuan bersama rekan-rekan kaum bapa se Ratahan, umumnya memang mengusulkan Pnt Vicky Lumentut sebagai salah satu nomine. Dan itu saya kira akan berlaku sama di proses pemilihan nanti,” beber  Ketua P/KB Wilayah Ratahan, Pnt Roy Wondal kepada harian ini, Selasa (27/2) kemarin.

Senada dilayangkan Penatua P/KB Jemaat GMIM Solafide Tinoor, Pnt Marco Nangka. Ia tak menampik, GSVL dan BAN Liow, bakal bersaing ketat, karena keduanya dianggap layak dan memiliki kemampuan untuk memimpin P/KB GMIM.

Namun dalam menggunakan hak pilih, dirinya akan memberikan dukungan kepada GSVL. “Kalau secara pribadi, saya akan mendukung Pak Vicky,” singkatnya. Ungkapan serupa disampaikan salah satu Ketua P/KB GMIM di wilayah Langowan Empat. “Sebagian besar Ketua-Ketua P/KB se Langowan Raya sudah melakukan pertemuan, terkait pemilihan Ketua P/KB Sinode GMIM. Dan dari hasil pertemuan itu, umumnya akan mendukung Pak Vicky Lumentut,” bebernya.

Sementara dukungan untuk BAN Liow datang Sekretaris PKB Wilayah Amurang II, Kabupaten Minsel, Pnt Franky Lelengboto. “Kalau di Minsel paling banyak mendukung Pak Stefa Liow. Itu hampir di semua wilayah," aku Frato, sapaan akrab Lelengboto yang juga sebaga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel.

Dijelaskan Frato, besarnya dukungan yang diberikan untuk Liow, karena dinilai telah berbuat banyak untuk Sinode GMIM. "Orangnya jelas. Apalagi dia telah berbuat banyak untuk GMIM. Pemberian dirinya dalam pelayanan tidak bisa diragukan lagi," bebernya.

Selaras diungkap Ketua P/KB GMIM Wilayah Pinasiowan Kakas, Pnt Rudy Moray. Ia mengisyaratkan tetap memberikan dukungan kepada BAN Liow, yang kini sebagai incumbent.  "Pada intinya siapapun yang terpilih nanti itu adalah pilihan Tuhan untuk melayani di ladang-Nya. Kalau bicara dukungan, kami tampaknya tetap (BAN Liow, red)," singkatnya.

Ditempat terpisah, dua Ketua Wilayah di Minut, masing-masing  Ketua Wilayah Minawerot, Pnt Elia M Tooy dan Ketua P/KB Wilayah Kalawat, II Pnt Revino Dondokambey, juga mengakui, GSVL dan BAN Liow akan bersaing ketat di pemilihan Ketua P/KB Sinode GMIM, 3 Maret 2018. “Ya, memang saat ini ada dua kandidat kuat yang bakal bersaing di pemilihan Ketua P/KB nanti. Pnt Vicky dan Pnt Liow,” kata Tooy. 

“Figur keduanya memang layak. Liow sudah teruji selama satu periode memimpin PKB GMIM, sedangkan Lumentut memiliki jiwa kepemimpinan yang sudah tak bisa diragukan lagi,” tambah Pnt Revino.

DORONG PEMILIHAN BERINTEGRITAS

Proses jelang pemilihan Ketua P/KB Sinode GMIM, sempat didera dengan isu dugaan money politic. Termasuk rumor adanya kepentingan politik yang ikut berperan di rana kontestasi religius tersebut.

Nada sumbang pun sempat bersahut-sahutan.   Pemilihan pucuk pimpinan diaras P/KB didorong untuk dilakukan dengan mengedepankan sisi panggilan kepelayanan yang berlandaskan Kristus sebagai Kepala Gereja.

“Ini (pemilihan P/KB, red) sebenarnya rana religius. Tapi memang sulit juga menghindari aroma politik didalamnya. Itu karena personifikasi dari dua kandidat itu (GSVL dan BAN Liow). Keduanya tokoh di organisasi gereja juga tokoh politik,” tanggap Taufik Tumbelaka, melihat dari sisi politis.

Menurutnya, keikutsertaan dalam suksesi P/KB merupakan hak setiap orang untuk berekspresi dalam membangun hubungan vertikal dengan yang diimani. “Tapi memang sulit untuk memisahkan antara ekspresi religius dan ekpresi duniawi. Tinggal bagaimana memilahnya. Sekat yang tidak sehat harus dibuang. Kalau salah melangkah, maka organisasi religiusnya yang akan terdegradasi. Agama harus berada diatas segala kepentingan,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

“Yang lebih tidak etis lagi jika sampai melakukan money politic.  Karena ini bukan rana politik praktis, tapi ini rana religius,” tambahnya.

Menurutnya, tak sedikit oknum-oknum yang gagal karena membawa kepentingan politik dalam organisasi keagamaan. “Tapi kalau mereka mampu membawa organisasi gereja pada jalan yang sesungguhnya, sesuai dengan visi gerejawi untuk melayani, ya itu tentu akan baik. Berarti mereka itu tidak menjadikan organisasi gerejawi untuk kepentingan politis dari partai tertentu,” papar Bang Taufik, sapaan akrabnya.

Lanjut Taufik, menjadi Ketua P/KB sinode GMIM, akan meningkatkan kredibilitas personal. Karena P/KB merupakan salah satu cabang vital dari organisasi gereja terbesar di Sulut yang memiliki pengaruh di berbagai dimensi kehidupan baik bergereja dan bermasyarakat  “Tak heran, banyak tokoh-tokoh di GMIM yang ingin jadi pucuk pimpinannya. Tapi positifnya, memang perlu figur-figur handal untuk memimpin P/KB agar bisa terus eksis dalam penata-layanan dan bermanfaat bagi jemaat, masyarakat, daerah dan bangsa, lebih khusus di lingkup P/KB GMIM,” urainya.

“Kita berharap pemilihan di P/KB nanti menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintergritas. Siapa yang terpilih nanti, harus diimani sebagai kehendak Tuhan, dan harus didukung bersama oleh seluruh komponen P/KB GMIM,” tandas putra Gubernur pertama Sulut itu.

Senada diungkap, Harny Korompis. Mantan Ketua Komisi P/KB Wilayah Langowan IV, berharap pemilihan di aras P/KB akan menjadi cermin dari GMIM dalam berdemokrasi. “Ini juga harus kita gumuli dan doakan bersama. Kita berharap para nomine serta pemilih nanti akan menciptakan demokrasi yang sehat, damai, berintegritas dan selalu berpedoman para aturan gereja kita,” pintanya.

Dengan harapan, pemimpin di aras P/KB yang akan terpilih bena-benar siap untuk melayani sekaligus mampu menunjukkan teladan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja. “Karena kita yakini, siapapun yang terpilih nanti itu merupakan pilihan Tuhan dan harus ditopang bersama,” kunci mantan Wakil Sekretaris Pemuda Sinode GMIM itu.

GSVL DAN BAN LIOW SIAP MELAYANI

Dua nomine yang masuk bursa kuat kandidat Ketua P/KB Sinode GMIM, Pnt GSV Lumentut dan Pnt Stefanus BAN Liow angkat suara. Kedua tokoh GMIM itu mengaku siap jika dipercayakan oleh P/KB jemaat saat pemilihan tanggal 3 Maret mendatang.

 “Jika diperkenankan nanti untuk terpilih dan untuk melayani, maka kami tidak akan pernah menolak amanat pelayanan iman yang telah dipercayakan,” ungkap Pnt Godbless Sofcar Vicky Lumentut, Ketua P/KB Wilayah Manado Malalayang Barat.

Bagi GSVL sapaan akrabnya, siapa pun calon yang terpilih, pasti merupakan kader P/KB GMIM yang terbaik dan direstui dan dikehendaki Tuhan. "Sangat takut jika menolak apa yang menjadi kepercayaan Sang Pencipta lewat pelayan-pelayan khususnya lewat roh kudus yang akan bekerja pada tanggal 3 Maret nanti,” imbuh Walikota Manado itu.

Sementara itu, Pnt Stefa BAN Liow menjelaskan, pemilihan merupakan pesta iman. Dengan demikian, Tuhan sudah menyiapkan siapa yang akan memimpin. “Puji syukur atas perkenan Tuhan seraya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan jemaat dan wilayah menjadi salah satu nomine. Sebagai manusia dengan penuh keterbatasan menyerahkan penilaian dari jemaat dalam kepemimpinan Komisi P/KB Sinode GMIM selama ini,” terang Liow.

“Torang jo refleksikan perenungan Minggu Sengsara II yang bertemakan ‘Bukan Memerintah Melainkan Melayani’. Jadi hindarilah untuk menghujat, memfitnah, menyampaikan kabar yang tidak benar tetapi  justru mendoakan dan menguatkan,” sambung Ketua P/KB Wilayah Tomohon 4.

Ia menambahkan, tugas gereja termasuk Komisi P/KB, mempersatukan perbedaan status sosial, etnis dan sub etnis serta warna warni politik. Selanjutnya, memperkokoh jati diri, integritas dan citra gereja. “Jadi, minta tuntunan roh kudus supaya pemilihan berlangsung dengan segala baik dan menghasilkan pimpinan sesuai pilihan Tuhan. Kemudian, menjadi pemimpin untuk semua warga P/KB GMIM,” kunci anggota DPD RI Dapil Sulut ini.(tim ms)

 

 

 

 


Komentar