SK PAW yang dikeluarkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Minut dari Partai Hanura. (Foto: ist)

Gubernur Keluarkan SK PAW Dua Legislator Minut


Airmadidi, MS

Dua legislator Kabupaten Minahasa Utara (Minut), harus 'angkat kaki' dari Gedung Tumetenden, sebutan untuk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut. Keduanya pun akan diganti dengan legislator baru yang ditunjuk partai. Pemberhentian dua Wakil Rakyat itu, terhitung sejak Surat Keputusan (SK) ditandatangani Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE.

Meski memakan waktu cukup lama, namun akhirnya proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Joutje Dengah dari Partai Hanura dan Paulus Longdong dari PKPI, terealisasi. Gubernur Sulut melalui SK Nomor 245 memberhentikan Joutje Dengah dan digantikan Sonja Nanalis. Bersamaan itu Paulus Longdong digantikan Willem Katuuk. Surat pemberitahuan itu telah disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, untuk ditindaklanjuti DPRD Minut. Ketua DPC Partai Hanura Minut, Reifie Rompas, membenarkan PAW anggota DPRD dari partai mereka. "Kami juga selaku Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Minut sudah mendapat pemberitahuan, bahwa SK Gubernur sudah keluar untuk PAW saudara Joutje Dengah kepada Sonja Nanalis dan itu telah dikirim ke DPRD Minut," ungkap Rompas, saat diwawancarai, Rabu (13/7) kemarin. Dia menambahkan, SK PAW terhadap kader Partai Hanura di dewan Minut telah diterbitkan tanggal 7 Juli 2017. "Tentunya sebagai Partai terkait, kami berharap pihak Dekab Minut secepatnya mengagendakan paripurna PAW berdasarkan rapat Badan Musyawarah," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos menjelaskan, pada prinsipnya DPRD Minut siap memproses semua surat yang masuk di dewan. Apalagi ini SK Gubernur Sulut terkait PAW kedua anggota dewan tersebut. "Kami siap memproses PAW jika semua sudah sesuai aturan dan sudah memenuhi mekanisme aturan," tegas Kapojos. Diketahui, kedua legislator tersebut yakni Joutje Dengah dan Paulus Longdong, tersandung masalah hukum. Keduanya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Negeri Minut, medio Desember 2015. Keduanya sudah divonis pengadilan dengan hukuman 4 tahun penjara. (risky pogaga)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado